DPRD Tangsel Latih Ratusan Santri Jadi Politisi, Muthmainnah: Politik Itu Ruang Pengabdian!

- Pewarta

Jumat, 10 Oktober 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten– Sebanyak 165 santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat pengalaman berbeda. Mereka mengikuti Sekolah Legislator Santri yang digelar DPRD Tangsel sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Program sehari penuh yang berlangsung di Gedung DPRD Tangsel ini mempertemukan para santri dengan langsung para wakil rakyat. Tujuannya, agar santri tidak hanya memahami politik dari teori, tetapi juga menyaksikan praktiknya di ruang parlemen.

Perwakilan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) sekaligus Rabithah Ma’hid Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI-PCNU) Tangsel,Ustad Irfan, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting.
“Biasanya santri hanya belajar politik melalui kitab atau diskusi di pesantren. Melalui program ini, mereka bisa melihat langsung praktik politik dan legislasi dari anggota DPRD,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Materi Legislasi untuk Santri

Dalam Sekolah Legislator Santri, beberapa anggota DPRD Tangsel turun langsung menjadi pemateri. Badrusalam dari Fraksi Golkar memaparkan materi tentang etika politik santri, dari Fraksi PDIP Wanto Sugito memberikan materi Pembentukan Opini Publik dan Manajemen Aspirasi Masyarakat, sementara Ahmad Andi Wibowo (Gus Andi) dari Fraksi PKB memberikan materi tentang strategi komunikasi publik.

Materi terakhir sekaligus penutup acara dibawakan oleh Muthmainnah, anggota DPRD Tangsel dari Fraksi PKB. Ia mengisi sesi bertajuk “Teknik Sidang: Teori dan Praktik Persidangan Legislator”.

Dalam paparannya, Muthmainnah menegaskan pentingnya keterlibatan santri dalam dunia politik.

“Santri harus berani hadir di ruang-ruang pengambilan keputusan. Karena lewat forum persidangan itulah arah kebijakan publik ditentukan. Jika santri hanya menjadi penonton, maka nilai kejujuran, moralitas, dan akhlak akan tersisih dari politik,” tegasnya.

Menurutnya, bekal pesantren berupa disiplin, etika, dan semangat kebersamaan adalah modal kuat untuk melahirkan pemimpin yang berintegritas.

“Ilmu agama harus berjalan seiring dengan pemahaman tata aturan negara. Dari kombinasi itulah lahir politik yang beretika, berintegritas, dan berpihak pada rakyat,” lanjutnya.

Muthmainnah juga memberi dorongan motivasi bagi para santri. Beliau pun menyampaikan harapan besar agar santri-santri menjadi pemimpin yang mumpuni di masa depan.

“Santri bukan hanya penjaga moral, tetapi juga calon pemimpin bangsa. Dari pondok pesantren bisa lahir legislator, menteri, bahkan presiden. Semua itu bisa dicapai asalkan santri tidak meninggalkan akhlak dan jati dirinya. Sehingga menjadi pemimpin yang mumpuni di masa depan,” ucapnya, yang langsung mendapat tepuk tangan peserta.

Kick Off Hari Santri Nasional

Sekolah Legislator Santri menjadi kegiatan perdana yang difasilitasi DPRD Tangsel. Acara ini juga menandai kick off peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang jatuh pada 22 Oktober mendatang.

Ustad Irfan menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat mencetak generasi santri yang sadar politik, kritis, dan tetap berpegang pada nilai pesantren.
“Santri tidak hanya harus menjadi ustaz, tetapi juga bisa berperan di berbagai profesi, termasuk politisi. Dengan memahami langsung praktik di parlemen, mereka semakin sadar bahwa politik adalah ruang pengabdian,” pungkasnya

Berita Terkait

Korsleting Listrik Sebabkan Pabrik Tahu di Serpong Kebakaran
APBD Perubahan Tangsel 2026 Disepakati Rp5,25 Triliun
60 Kabupaten Kota Minati SISGITA, Inovasi Sistem Pajak Milik Tangsel
Tangsel Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang, 1 Pohon di Ciputat Tumbang Timpa Kabel-Rumah Warga
Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan, Keluarga Masih Berharap Bisa Ditemukan
Anak Penganiaya Ibu Kandung di Tangerang Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Motif Anak Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Tangerang: Emosi Ditegur Bakar Kasur Almarhum Bapak
Pool Taksi Ciater Belum Miliki Amdalalin, Dishub Tangsel: Baru Diajukan Rabu Kemarin

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:54 WIB

Korsleting Listrik Sebabkan Pabrik Tahu di Serpong Kebakaran

Senin, 21 September 2026 - 17:12 WIB

APBD Perubahan Tangsel 2026 Disepakati Rp5,25 Triliun

Senin, 21 September 2026 - 16:00 WIB

60 Kabupaten Kota Minati SISGITA, Inovasi Sistem Pajak Milik Tangsel

Sabtu, 19 September 2026 - 21:55 WIB

Tangsel Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang, 1 Pohon di Ciputat Tumbang Timpa Kabel-Rumah Warga

Sabtu, 19 September 2026 - 20:07 WIB

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan, Keluarga Masih Berharap Bisa Ditemukan

Berita Terbaru

Info Banten

Korsleting Listrik Sebabkan Pabrik Tahu di Serpong Kebakaran

Senin, 21 Sep 2026 - 17:54 WIB

Info Banten

APBD Perubahan Tangsel 2026 Disepakati Rp5,25 Triliun

Senin, 21 Sep 2026 - 17:12 WIB

Pers Rilis

Konvensi Manufaktur Dunia 2026 Resmi Dibuka di Hefei, Anhui

Senin, 21 Sep 2026 - 09:11 WIB