HARIAN BANTEN – Selama seperempat abad, warga Kampung Nyikambang hidup berdampingan dengan jalan rusak dan ancaman banjir. Kini, harapan itu akhirnya muncul setelah janji perbaikan resmi disampaikan pemerintah.
Warga Kampung Nyikambang, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, akhirnya mendapat kepastian soal perbaikan jalan yang telah rusak selama 25 tahun. Kondisi tersebut kerap memicu kekhawatiran, terutama saat hujan deras yang menyebabkan banjir hingga hampir satu meter dan kemacetan panjang dari arah Pasar Kranggot.
“Kami mulai gelisah kalau hujan deras yang cukup lama, kami takut banjir seperti kemarin yang tingginya hampir 1 meter,” kata Taton, Rabu (15/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain jalan rusak, persoalan lain yang memperparah kondisi adalah saluran irigasi yang tidak terawat. Air menghitam, sampah menumpuk, serta pendangkalan membuat kawasan tersebut semakin rawan banjir, hingga warga harus melakukan pengerukan secara swadaya dengan alat sederhana.
“Sudah 25 tahun tidak pernah dibangun. Bahkan ada kejadian ibu hamil keguguran karena kondisi jalan. Kami mengusulkan bersama Pemkot Cilegon, dan alhamdulillah sekarang direalisasikan,” katanya.
Pemerintah Provinsi Banten memastikan perbaikan akan dilakukan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar 4 meter menggunakan konstruksi beton, dengan anggaran sekitar Rp 3,4 miliar dari APBD Provinsi Banten.
“Saya mendapat laporan ada jalan yang puluhan tahun belum diperbaiki. Karena ini kewenangan provinsi, maka kita anggarkan tahun ini,” katanya.
Baca Juga:
Chelsea FC Umumkan Kemitraan Global Terbaru dengan GAC
New Asia Forum Bidik Investasi US$30 Miliar untuk “New Asia” Lewat Edisi Perdana di Bali
Jejak Nuklir Indonesia dari Pertanian hingga Kesehatan, Kini Menuju Era PLTN
Pemerintah juga menyoroti pentingnya penanganan irigasi agar banjir tidak terus berulang, dengan mendorong koordinasi bersama pihak terkait untuk normalisasi saluran air.
“Kalau saluran airnya tidak dibenahi, banjir akan terus terjadi. Kita dorong ada pengerukan, tapi masyarakat juga harus ikut menjaga kebersihan,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Banten menyebut pembangunan dilakukan dengan betonisasi agar lebih kuat dan tahan lama, dengan target penyelesaian dalam waktu beberapa bulan.
“Ini bukan hanya soal jalan, tapi juga konektivitas ke pusat pendidikan dan ekonomi seperti pasar. Targetnya sekitar 4 sampai 5 bulan selesai,” jelasnya.
Baca Juga:
Pelaku Begal Sopir Taksi Online Pamulang Ditangkap Tim Jatanras Polda Metro Jaya
Berlumuran Darah Akibat Ditusuk, Begini Kronologi Sopir Taksi Dibegal di Pamulang
Driver Taksi Online Dibegal di Pamulang: Kepala Ditusuk, Mobil Dibawa Kabur
Perbaikan jalan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi jawaban atas keluhan panjang warga. Kini, harapan akan akses yang lebih aman dan bebas banjir mulai terasa nyata.
Sumber Berita: news.detik.com








