HARIANBANTEN.COM – Program seragam sekolah gratis yang sedang dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai belum memiliki skema yang matang.
Program itu dimaksudkan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat, namun saat diumumkan tanpa adanya klasifikasi siapa penerimanya. Belakangan diketahui bahwa penerima program itu diprioritaskan bagi masyarakat tidak mampu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi sengkarut program tersebut, Anggota Komisi II DPRD Tangsel, Adi Surya Purba meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk mematangkan skema program seragam gratis.
Setelah itu ia minta pemerintah untuk segera melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah agar tidak ada kerancuan yang nantinya akan mendapatkan program tersebut.
Baca Juga:
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
“Kalau memang sudah diucapkan seperti itu, ya harusnya disosialisasikan dulu kepada sekolah. Kalau memang benar mau dilaksanakan tahun ini, kepala sekolah itu harus dikumpulkan semua,” kata Adi Surya ketika dikonfirmasi, Selasa, 30 Juni 2026.
Politisi PDI Perjuangan itupun mengaku tidak sepakat jika penerima manfaat program seragan gratis hanya mereka yang masuk Desil 1 dan 2 DTSEN.
Baca Juga:
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
Menurutnya pemerintah bisa meminta penilaian kepada guru untuk mengetahui pasti siapa yang berhak menerika program itu.
Pasalnya, guru di sekolah dinilai sebagai pihak yang mengetahui pasti kondisi perekonomian murid sekolah.
“Saya enggak setuju juga kalau Desil 1 desil 2 saja. Saya mengusulkan malah ditambah gitu. Ditambah artinya ada penilaian dari guru. Ya kan yang tahu persis anak itu bagaimana,” ungkapnya.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Ia pun meminta kepada Dindikbud Tangsel untuk segera mematangkan skema program tersebut. Pasalnya tahun ajaran baru 2026/2027 akan segera dimulai dalam waktu dekat.
Termasuk menentukan berapa banyak kuota siswa yang akan menerima seragam sekolah grais
“Terus kemudian sudah ada data yang harus dikeluarkan. Disebutkan aja Desil 1 dan Desil 2-nya berapa, sebenarnya kuotanya berapa, sejak dini, sedini mungkin,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, memastikan tidak semua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 akan mendapatkan seragam sekolah gratis.
Untuk saat ini, program tersebut baru akan manyasar masyarakat masuk dalam Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kita dahulukan tentunya masyarakat yang masuk kategori Desil 1 dan 2. Kalau misalnya nanti masih mencukupi kita meluas lagi ke yang lainnya, prioritasnya itu Desil 1 dan 2,” kata Benyamin ketika ditemui di wilayah Serpong, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia sendiri belum mengetahui pasti berapa banyak total siswa baru yang nantinya akan menerima program tersebut. Menurutnya jumlah itu baru diketahui jika tahapan penerimaan siswa baru selesai dilaksanakan.












