HARIANBANTEN.COM – Sejumlah warga mengeluhkan adanya aktivitas peternakan ayam skala besar di dekat pemukiman penduduk. Peternakan ayam itu berada di Kampung Cilalung, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Keberadaan peternakan itu disebut menimbulkan aroma tak sedap hingga dikhawatirkan memicu dampak kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga, Fitri mengatakan, bau menyengat yang diduga berasal dari pakan dan kotoran ayam mulai tercium sekitar sepekan terakhir.
“Sudah beberapa hari, sudah semingguan sih kayaknya, tiba-tiba bau pakan ayam sama bau kotoran ayam,” kata Fitri kepada HarianBanten, Sabtu, 11 Juli 2026.
Baca Juga:
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
Fitri mengaku telah tinggal di kawasan tersebut selama sekitar tiga tahun. Selama itu warga tidak pernah mencium bau serupa.
Setelah menelusuri sumbernya, warga mengetahui aroma tersebut berasal dari kandang ayam yang lokasinya tidak jauh dari permukiman.
Baca Juga:
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Menurut informasi yang diterimanya, peternakan tersebut sebenarnya sudah lama berdiri, tetapi sempat berhenti beroperasi saat pandemi Covid-19.
Aktivitas peternakan baru kembali berjalan belakangan ini sehingga bau menyengat tiba-tiba dirasakan warga.
“Katanya kandangnya mereka memang sempat ada peternakan ayam di situ tapi sudah lama. Sempat vakum karena Covid. Jadi pada saat rumah pemukiman ini dibangun, itu kan pada saat Covid. Nah itu enggak ada tuh ayam-ayamnya,” tuturnya.
Baca Juga:
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
The Ritz Carlton, Bali, Mempersembahkan Kemeriahan Selebrasi Natal dan Tahun Baru
Selain terganggu oleh bau, warga juga khawatir keberadaan peternakan dapat memicu penyebaran penyakit, mengingat banyak anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.
Keluhan tersebut telah disampaikan warga kepada pengurus RT hingga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Namun, upaya mediasi yang telah dua kali dilakukan belum membuahkan hasil.
“Sudah (menyampaikan keluhan), tapi kita enggak diterima. Jadi kita dua kali mediasi,” ungkapnya.
Fitri mengatakan, warga mendapat informasi bahwa mediasi kembali akan difasilitasi dalam waktu dekat di kantor kelurahan atau kecamatan. Ia berharap permasalahan tersebut segera menemukan solusi.
“Kita mau dimediasi di kantor Kelurahan atau Kecamatan, tapi itu belum tahu kapan,” pungkasnya.











