Muntaber di Lagoon Serpong Meluas, 161 Warga Jadi Korban, Pemkot Suplai Air Bersih

- Pewarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Jumlah warga Perumahan Lagoon Serpong, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang mengalami muntah dan diare (muntaber) bertambah menjadi 161 orang. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel mulai menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga.

Sebelumnya, jumlah warga yang mengalami muntaber tercatat sebanyak 146 orang. Berdasarkan data terbaru per 15 Oktober 2026, jumlah tersebut bertambah 15 kasus.

“ Sempat ada penambahan 15 kasus baru, sehingga total korban 161,” kata perwakilan warga, Arnis Silvia, saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total warga yang mengalami muntaber, mayoritas merupakan anak-anak. Hingga pembaruan data terakhir, tujuh anak masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Masih dirawat tujuh anak,” ungkapnya.

Pemkot Tangsel Salurkan Bantuan Air Bersih

Di tengah kasus muntaber yang terus bertambah, distribusi air melalui instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant(WTP) di Perumahan Lagoon Serpong belum dihentikan sepenuhnya.

Menurut Arnis, air dari WTP masih mengalir, tetapi hanya diperuntukkan bagi kebutuhan nonkonsumsi.

“Tidak distop sepenuhnya, WTP masih ngalir tapi untuk keperluan nonkonsumsi,” tuturnya.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, warga menerima bantuan air bersih dari Pemkot Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR). Distribusi bantuan tersebut mulai dilakukan pada Jumat (16/10/2026).

“Warga sementara dapat bantuan dari Cipta Karya. Untuk keperluan masak, sikat gigi, dan konsumsi kami pakai air bersih dari Cipta dan juga beli mandiri air kemasan,” ujarnya.

Arnis menjelaskan, air bersih bantuan tersebut perlu dimasak terlebih dahulu sebelum digunakan untuk minum dan memasak.

“Bisa (untuk dikonsumsi) air bersih. Untuk masak dan minum perlu dimasak dahulu. Bantuan sejak kemarin, Jumat 16 Oktober 2026,” pungkasnya.

Kasus muntaber massal di Lagoon Serpong menjadi perhatian terhadap keamanan pasokan air bersih bagi warga. Pemeriksaan kualitas air dan penelusuran sumber pencemaran diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian serta mencegah bertambahnya korban.

Berita Terkait

Sunlife perkenalkan merek global baru
Shanghai Electric Pamerkan 19 Solusi Terintegrasi, Dorong Inovasi Industri di Ajang CIIF 2026
Dorong Perubahan Nilai Tambah Jaringan Telekomunikasi guna Wujudkan Pertumbuhan Baru pada Era AI
146 Warga Muntaber, Warga Lagoon Serpong Ancam Gugat Pengelola Air hingga Pemda!
Dari “dua pameran yang digelar berdampingan” menuju “integrasi satu rantai” Peningkatan Layanan Terpadu Sektor Hijau untuk Kawasan Perdagangan Bebas Versi 3.0
Huawei Hadirkan OTN Generasi Baru untuk Jaringan Optik Berbasis AIDC
CCTV+: Lokakarya Teknologi yang Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Jagung di DAS Lancang-Mekong Digelar di Hanoi, Vietnam
RoboParty Luncurkan RP1 di Asia Tenggara, Hadirkan Solusi Robotika dengan Platform Terbuka dan Rangkaian Lengkap untuk Pendidikan dan Riset

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Muntaber di Lagoon Serpong Meluas, 161 Warga Jadi Korban, Pemkot Suplai Air Bersih

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Sunlife perkenalkan merek global baru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Shanghai Electric Pamerkan 19 Solusi Terintegrasi, Dorong Inovasi Industri di Ajang CIIF 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Dorong Perubahan Nilai Tambah Jaringan Telekomunikasi guna Wujudkan Pertumbuhan Baru pada Era AI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:32 WIB

146 Warga Muntaber, Warga Lagoon Serpong Ancam Gugat Pengelola Air hingga Pemda!

Berita Terbaru

Pers Rilis

Sunlife perkenalkan merek global baru

Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:18 WIB