HARIANBANTEN.COM – Warga perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang mengalami muntaber terus bertambah. Berdasarkan catatan warga, data terbaru kini ada 176 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Per satu minggu terakhir ada penambahan 30 kasus baru. Totalnya jadi 176,” kata perwakilan warga, Arnis Silvia, ketika ditemui di kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel, Rabu, 21 Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, dua diantaranya masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.
Baca Juga:
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel
Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS
“Balita satu, satu remaja, yang masih di rawat di rumah sakit,” tuturnya.
Arnis menjelaskan, setelah ramainya kasus ini, pihak perusahaan distribusi air memang sudah berkomunikasi dengan warga.
Baca Juga:
MirrorShip Luncurkan MIP, Platform AI untuk Analisis Data Perusahaan
Cip ADAS Axera Tembus Pasar Eropa Lewat Leapmotor, Perkuat Ekspansi Global
JJ Lin, Tia Ray, dan Lil Ghost Meriahkan Panggung Formula 1 Singapore Grand Prix, Didukung TME
Dalam komunikasi itu, pihak perusahaan hanya menyampaikan langkah penanganan jangka pendek. Sementara untuk solusi jangka panjang belum ada info terbaru.
“Yang nyampe ke kami sebagai warga itu adalah mereka akan melakukan flushing, akan melakukan klorinasi gitu, tapi untuk yang rencana jangka panjang itu belum diinfo lebih lanjut,” terangnya.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, Pemkot Tangsel telah menyuplai bersih ke toren-toren yang tersedia di rumah warga. Sementara sebagian warga lainnya memilih untuk membeli air mineral galon.
“Ada dua cara, kalau secara mandiri kita beli, satu rumah itu (ada yang sampai) 10 galon dia beli per hari untuk kebutuhan harian. Selain itu kita disuplai oleh Cipta Karya,” tuturnya.
*Distribusi Air Bersih Akan Diambilalih Oleh BUMD Perseroda PITS*
Perwakilan warga lainnya, Yudi menyebut, pendistribusian air bersih ke perumahan Serpong Lagoon rencananya akan dialihkan BUMD Perseroda PITS.
Yudi mengatakan, informasi tersebut disampaikan Wakil Walikota Tangsel dalam rapat yang digelar di kantor DCKTR Tangsel, Rabu (21/10).
Yudi menuturkan, bahwa masa tiga bulan ke depan akan digunakan untuk mempersiapkan sejumlah kebutuhan sebelum pengambilalihan dilakukan.
Persiapan itu meliputi penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan pemenuhan aspek legal standing, serta persiapan jaringan perpipaan untuk mendukung penyaluran air bersih.
“Tadi disampaikan dari pihak Pemkot dan PITS bahwa dalam waktu tiga bulan ke depan suplai air bersih akan diambil alih PITS, bukan WTP lagi,” ujar Yudi.
Nantinya, PITS direncanakan menyuplai air bersih dari PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang untuk memenuhi kebutuhan warga Serpong Lagoon.
Yudi menyambut baik rencana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa warga berharap pembenahan tidak hanya dilakukan dengan mengganti sumber pasokan air, tetapi juga mencakup jaringan perpipaan distribusi di dalam perumahan.
“Kami berharap jangan hanya sumber airnya yang diganti. Jaringan distribusi perpipaan di dalam perumahan juga harus dievaluasi dan, jika memang diperlukan, diganti menggunakan pipa berstandar *food grade*. Jangan sampai sumber airnya sudah bagus, tetapi jaringan distribusinya masih bermasalah seperti kondisi sekarang,” tegasnya.
Menurut Yudi, kualitas air yang diterima warga tidak hanya ditentukan oleh sumber pasokan, tetapi juga proses pengolahan dan kondisi jaringan distribusi yang menyalurkan air hingga ke rumah-rumah.
Karena itu, ia berharap proses pengambilalihan oleh PITS menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh infrastruktur air bersih di Serpong Lagoon, termasuk memeriksa kondisi pipa dan potensi kebocoran yang dapat menyebabkan kontaminasi.














