HARIANBANTEN.COM – Sebanyak 146 warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dilaporkan mengalami muntah dan diare atau muntaber. Kondisi tersebut membuat warga khawatir, sementara kualitas air bersih yang didistribusikan ke perumahan itu kini menjadi sorotan.
Ketua RT 04 RW 07 setempat, Heru Cahyono, mengatakan jumlah warga yang mengalami muntaber terdiri dari orang dewasa dan anak-anak.
“(Total ada) 146. Campuran ya orang tua dan anak,” kata Heru saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Heru mengungkapkan, hingga kini warga masih berupaya mencari tahu penyebab kejadian tersebut. Salah satu yang dicurigai adalah air yang didistribusikan kepada penghuni perumahan.
Namun, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pengujian laboratorium.
“Tapi untuk pastinya karena apa masih dalam pengujian lab, apakah dikarenakan air atau faktor wabah lain,” tuturnya.
Baca Juga:
Polisi : Ledakan Pasar Cimanggis Ciputat Dari Gudang Penyimpanan Buah
Korban Ledakan Pasar Cimanggis Ciputat : 2 Meninggal Dunia, 11 Luka
Grup Perhotelan Uzbekistan TEG Rampungkan Penggabungan Usaha di AS
Warga Adukan Persoalan ke DPRD Tangsel
Persoalan tersebut mendorong perwakilan warga melayangkan surat pengaduan kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Tangsel pada 12 Oktober 2026.
Dalam surat tersebut, warga meminta DPRD memfasilitasi inspeksi lapangan dan rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas kejadian muntaber sekaligus menelusuri persoalan pengelolaan air bersih di kawasan perumahan.
Warga secara khusus meminta pemeriksaan dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi terkait lainnya.
Salah satu poin permohonan warga adalah melakukan inspeksi terhadap instalasi pengolahan air dan titik distribusi air PT Arfa Putra Soegama (APS), perusahaan pemasok air di kawasan Serpong Lagoon.
Baca Juga:
Semangat Guan Gong Satukan Generasi Muda di Berbagai Negara
NTL HEALTHCARE Luncurkan Solusi AI On-Premises “CerviCARE® AI AT” secara Global
Dalam surat pengaduannya, warga meminta pemeriksaan dilakukan untuk memastikan legalitas pengambilan dan pengelolaan air, sekaligus mengevaluasi pemenuhan standar kualitas air bersih.
Selain itu, warga meminta pihak pengelola memberikan penjelasan mengenai sumber air yang digunakan, dokumen perizinan, proses pengolahan, serta hasil pemeriksaan laboratorium yang berkaitan dengan kualitas air yang didistribusikan kepada penghuni.
Legalitas Pengelolaan Air Ikut Disorot
Tak hanya kualitas air, warga juga menyoroti aspek legalitas pengambilan dan pengelolaan air di kawasan Serpong Lagoon.
Dalam dokumen pengaduan, warga meminta kejelasan mengenai perizinan pengambilan air, termasuk Surat Izin Pengusahaan Air (SIPA) apabila dipersyaratkan, serta dokumen pendukung lain yang relevan.
Persoalan tersebut turut dikaitkan dengan pemeriksaan pemanfaatan air permukaan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten pada 2024, sebagaimana pemberitaan yang dilampirkan dalam dokumen pengaduan.
Warga meminta instansi berwenang memeriksa status perizinan tersebut dan memastikan pengelolaan air berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Mereka juga meminta hasil inspeksi, pengujian kualitas air, serta tindak lanjut penanganan kesehatan disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
Minta Perlindungan bagi Warga
Melalui pengaduan tersebut, warga berharap DPRD dan Pemerintah Kota Tangsel segera memfasilitasi penyelesaian masalah dengan melibatkan pihak pengelola, tenaga kesehatan, dan instansi yang memiliki kewenangan.
Warga juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan air yang memenuhi standar kesehatan selama penyebab kejadian belum dipastikan.
Selain itu, mereka mendorong adanya penyelesaian atas kemungkinan kerugian konsumen, termasuk kompensasi atau ganti rugi apabila kerugian dapat dibuktikan dan terdapat dasar pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kejadian muntaber yang dilaporkan dialami 146 warga tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan keterkaitan dengan kualitas air belum dapat dipastikan sebelum hasil pengujian laboratorium dan penyelidikan kesehatan diperoleh.










