HARIANBANTEN.COM – Diabetes dan hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak di derita oleh masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hal itu diketahui berdasarkan hasil pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, sejauh ini masyarakat Kota Tangsel yang sudah melaksanakan CKG sebanyak 755.816 orang atau kurang lebih 53 persen dari total penduduk Tangsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sampai dengan hari ini sudah 53 persen dari jumlah penduduk Tangerang Selatan itu sudah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Benyamin ketika ditemui di kantor Kecamatan Pondok Aren, Senin, 31 Agustus 2026.
Dari hasil pemeriksaan itu diketahui ada dua penyakit menonjol yang banyak di derita masyarakat Tangsel, yaitu hipertensi dan diabetes.
Baca Juga:
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
“Ada beberapa penyakit yang menonjol seperti yang tadi disampaikan. Hipertensi paling tinggi, kemudian juga diabetes,” tuturnya.
Ia menjelaskan, dari total 53 persen yang sudah menjalani program CKG. Penderita hipertensi dan diabetes kurang lebih mencapai 70 persen.
Baca Juga:
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
“Dari 53 persen itu kalau dibikin 100 persen lagi, ya memang 70 persen hipertensi sama diabetes, kebanyakan itu,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang ia peroleh, masyarakat yang menderita kedua penyakit itu paling banyak di usia dewasa.
Masyarakat yang menderita penyakit tersebut selanjutnya ditindaklanjuti untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Tangsel.
Baca Juga:
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
The Ritz Carlton, Bali, Mempersembahkan Kemeriahan Selebrasi Natal dan Tahun Baru
“Tindak lanjut yang setelah ini, kita persiapkan di rumah sakit dan di Puskesmas kita. Karena UHC kita, BPJS Kesehatan kita sudah meng-cover 99% lebih. Jadi tinggal nanti masyarakat datang ke Puskesmas atau nanti konsultasi melalui Ngider Sehat Premium yang akan datang ke rumah masing-masing,” pungkasnya.









