Hibah Mandek 2 Tahun, Pembudidaya Ikan Lebak Jalan di Tempat

- Pewarta

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan

HARIANBANTEN – Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Lebak menghadapi stagnasi setelah dua tahun terakhir tidak menerima bantuan hibah dari pemerintah daerah. Sejak 2025 hingga 2026, sebanyak 644 kelompok pembudidaya ikan belum tersentuh program dukungan, membuat pengembangan usaha berjalan lambat dan cenderung bertahan di level subsisten.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut, bantuan terakhir diterima pada 2024 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Setelah itu, tidak ada realisasi hibah untuk sektor budidaya.

“Untuk budidaya memang sudah dua tahun ini tidak ada bantuan hibah yang disalurkan. Secara rencana ada, tetapi pelaksanaannya menyesuaikan kebijakan dan ketersediaan anggaran,” ujar Dodi, Rabu (11/2/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan kelompok pembudidaya yang tersebar di berbagai wilayah Lebak umumnya beranggotakan 9 hingga 10 orang. Komoditas utama yang dibudidayakan adalah ikan lele dan nila, dengan lele sebagai yang paling dominan. Namun sebagian besar usaha masih berskala kecil dan lebih ditujukan untuk konsumsi keluarga.

Tingginya harga pakan serta tidak adanya subsidi menjadi hambatan utama bagi pembudidaya untuk berkembang menjadi usaha komersial. “Yang benar-benar berorientasi pasar masih sedikit. Mayoritas masih bertahan untuk kebutuhan sendiri,” jelas Dodi.

Padahal, bantuan pemerintah dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Tanpa dukungan nyata, ratusan kelompok pembudidaya ikan di Lebak terpaksa berjalan di tempat, menunggu kepastian program bantuan kembali direalisasikan.

Berita Terkait

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel
Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat
Warga Lagoon Serpong Tuntut Kompensasi Muntaber Massal, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:35 WIB

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terbaru

Info Banten

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:35 WIB