Anggota DPRD Dr Ferdiansyah: Darurat Sampah Tangsel Bukti Sistem Pengelolaan Belum Siap

- Pewarta

Selasa, 23 Desember 2025 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota F-PSI DPRD Tangsel Dr. Ferdiansyah

Anggota F-PSI DPRD Tangsel Dr. Ferdiansyah

HARIANBANTEN — Krisis sampah di Kota Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan publik. Penumpukan sampah di sejumlah kawasan permukiman dan ruang publik terjadi seiring keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, yang kini berada pada kondisi kritis.

 

Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, Dr. Ferdiansyah, menilai situasi ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Tangsel belum siap menghadapi dinamika kota yang terus berkembang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Darurat sampah yang kita alami hari ini adalah bukti bahwa sistem pengelolaan sampah Tangsel belum siap. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi masalah tata kelola,” ujar Ferdiansyah, Selasa (23/12).

 

Menurutnya, ketergantungan jangka panjang pada satu TPA tanpa skema cadangan yang memadai membuat Tangsel berada dalam posisi rentan. Ketika terjadi gangguan operasional, dampaknya langsung dirasakan masyarakat dalam bentuk sampah yang menumpuk.

 

Ferdiansyah juga menyinggung sanksi administratif dari pemerintah pusat di sektor lingkungan. Ia menilai, langkah tersebut seharusnya menjadi pemicu evaluasi menyeluruh, bukan hanya penanganan darurat jangka pendek.

 

“Selama ini pendekatan kita masih berfokus di hilir, memindahkan dan menimbun sampah. Padahal, persoalan utama ada di hulu—pengurangan, pemilahan, dan perubahan perilaku,” tegasnya.

 

Terkait rencana proyek jangka panjang seperti pengolahan sampah menjadi energi listrik, Ferdiansyah mengingatkan agar publik tidak menggantungkan harapan instan. Ia menyebut, proyek tersebut tetap penting, namun membutuhkan waktu sebelum memberikan dampak nyata.

 

“Solusi jangka panjang tetap harus berjalan, tapi solusi jangka pendek dan menengah juga harus realistis dan terukur,” katanya.

 

Ia menambahkan, penanganan sampah di Tangsel membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, provinsi, pusat, dunia usaha, hingga partisipasi aktif masyarakat.

 

“Kalau Tangsel ingin menjadi kota modern, maka layanan dasar seperti pengelolaan sampah harus benar-benar siap. Kalau tidak, krisis seperti ini akan terus berulang,” pungkas Ferdiansyah.

Berita Terkait

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel
Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat
Warga Lagoon Serpong Tuntut Kompensasi Muntaber Massal, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:35 WIB

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terbaru

Info Banten

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:35 WIB