HARIANBANTEN.COM – Nasib nahas menimpa Ahmad Andalusi, sopir taksi online yang dibegal di jalan Alam Segar 1, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/10) sekira pukul 01.22 WIB. Akibat peristiwa itu korban mengalami luka tusuk, sementara mobilnya dibawa kabur pelaku.
Salah seorang warga, Yati (46) menceritakan, saat itu tiba-tiba terdengar suara teriakan orang minta pertolongan. Ketika keluar rumah, ia dibuat kaget dengan adanya seorang pria terpogoh-pogoh dengan lumuran darah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yati menuturkan, berdasarkan keterangan korban, ia habis mengantar penumpang dari titik penjemputan di wilayah Ciledug Tangerang ke lokasi tujuan Pamulang Tangsel.
“Saya tanya ‘abang kenapa?’ saya bilang gitu kan. Terus dia jawab ‘ini saya dibegal, mobil saya dibawa lari’ katanya bilang gitu,” kata Yuni menirukan perkataan korban, ketika ditemui lokasi kejadian, Jumat, 9 Oktober 2026.
Saat itu, korban dan penumpang dikabarkan sempat terjadi perselisihan terkait titik pemberhentian yang dinilai tidak sesuai dengan aplikasi.
Setibanya di lokasi pemberhentian, penumpang meminta izin untuk mengambil uang cash. Saat penumpang kembali masuk ke dalam mobil, bukannya membayar ia malah langsung menusuk sopir menggunakan pisau.
Baca Juga:
Jejak Nuklir Indonesia dari Pertanian hingga Kesehatan, Kini Menuju Era PLTN
Pelaku Begal Sopir Taksi Online Pamulang Ditangkap Tim Jatanras Polda Metro Jaya
Driver Taksi Online Dibegal di Pamulang: Kepala Ditusuk, Mobil Dibawa Kabur
“Dia bilang katanya mau ngambil duit cash, ternyata tidak. Kepalanya langsung ditusuk pakai pisau kata dia gitu,” ungkapnya.
Di lokasi kejadian, warga pun menemukan sebilah pisau dapur berlumur darah yang diduga menjadi senjata pelaku untuk menusuk korban.
Warga menduga ketika kejadian sempat ada perlawanan, pasalnya pisau yang ditemukan dalam keadana bengkok.
“Kemungkinan ngelawan soalnya pisaunya jatuh. Ada (ditemukan pisau) diamankan sama Polisi, pisau dapur sampe bengkok,” pungkasnya.
Korban saat itu langsung dievakuasi oleh pihak Kepolisian untuk segera mendapatkan penanganan medis. Kejadian tersebut saat ini masih dalam penanganan Polisi.








