HARIANBANTEN.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memaparkan hasil uji laboratorium sampel air bersih dari kawasan perumahan Serpong Lagoon. Hasilnya, dari sembilan sampel air yang diambil dari rumah warga, hanya satu sampel yang memenuhi baku mutu total coliform dan Escherichia coli (E. coli).
Hasil pengujian tersebut disampaikan Sekretaris DLH Tangsel, Erik Gustaman, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Tangsel, Rabu (14/10).
“Kami sudah mengambil sampel di sembilan titik rumah,” kata Erik dalam pemaparannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, dari sembilan sampel yang diuji, hanya satu titik yang memenuhi baku mutu untuk parameter total coliform dan E. coli.
“Dari sembilan titik sampel yang kami lakukan uji, yang memenuhi baku mutu total coliform dan Ecoli hanya satu titik,” ujarnya.
Sementara itu, delapan sampel lainnya dilaporkan tidak memenuhi baku mutu. Dalam pemaparan tersebut, kadar E. coli pada sampel yang tidak memenuhi baku mutu dilaporkan berada pada rentang 130–540. Satuan pengukuran dan rincian hasil setiap sampel belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.
Temuan ini menjadi perhatian menyusul laporan puluhan hingga ratusan warga Serpong Lagoon yang mengalami gangguan pencernaan, seperti diare, mual, muntah, dan demam.
Baca Juga:
Polisi : Ledakan Pasar Cimanggis Ciputat Dari Gudang Penyimpanan Buah
Korban Ledakan Pasar Cimanggis Ciputat : 2 Meninggal Dunia, 11 Luka
Perwakilan warga, Arnis Silvia, sebelumnya menyampaikan bahwa warga menduga persoalan tersebut berkaitan dengan air yang dialirkan ke rumah-rumah mereka. Dugaan itu muncul setelah warga menemukan sejumlah kesamaan kondisi di tengah meningkatnya laporan warga yang mengalami gejala serupa.
“Jadi kita mengeliminasi beberapa kemungkinan. Mereka sekolahnya beda, mereka tempat mainnya beda, catering-catering-nya juga beda, minum air kemasannya juga beda, akhirnya kita menduga keras bahwa ini adalah dari air yang dialirkan di rumah kami,” kata Arnis.
Ia juga mengeluhkan kondisi air yang disebut keruh dan berbau.
“Kalau kita pakai, hidupin keran air mau mandi gitu ya, kayak bau comberan. Terus kalau kita tampung di ember, enggak lama dia berlendir,” ungkapnya.
Baca Juga:
Ledakan Keras di Pasar Cimanggis Ciputat, 7 Ruko Jebol dan Korban Berjatuhan
Muntaber Massal di Serpong Lagoon, Pengembang dan Pengelola Air Tak Penuhi Undangan DPRD Tangsel
XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili
Arnis mengatakan, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan melalui pengurus RT dan RW. Namun, menurutnya, keluhan tersebut belum menghasilkan penyelesaian yang dirasakan warga.
“Kalau namanya komunikasi kita tuh sebagai warga rutin sekali komplain ya. Kita selalu komplain melalui RT atau RW kita, tapi ya mereka minta maaf berjanji memperbaiki, segitu aja, enggak pernah ada ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel melaporkan sebanyak 145 warga Serpong Lagoon mengalami diare berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 67 orang dinyatakan pulih, 67 menjalani rawat jalan, dan 11 lainnya dirawat di rumah sakit.
Dinkes Tangsel juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi, pemantauan kasus, pemeriksaan dan pengobatan warga, serta pengambilan sampel air dari instalasi pengolahan air dan rumah warga untuk diuji di laboratorium.
Meski hasil pengujian DLH menunjukkan sebagian besar sampel tidak memenuhi baku mutu terkait total coliform dan E. coli, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami warga masih perlu dipastikan melalui penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil uji tersebut menjadi dasar penting bagi pihak terkait untuk menelusuri sumber pencemaran, mengevaluasi kualitas air yang didistribusikan, serta memastikan langkah penanganan dan perlindungan kesehatan bagi warga Serpong Lagoon.
Baca Juga:
VT Markets Gandeng Island Sports Club, Padukan Dunia Trading dan Gaya Hidup Aktif
YR Fitness Bermitra dengan PrimaFit dan Berekspansi ke Indonesia
Eileen Gu Tampil sebagai Pembicara dalam KFF Inspiring Women Leadership Series di SMU
(Red)









