HARIANBANTEN.COM – Sebanyak 145 warga Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengalami gejala diare. Dari jumlah tersebut, 11 orang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel mencatat data tersebut berdasarkan hasil pemantauan hingga 12 Oktober 2026. Sementara itu, 67 warga telah dinyatakan sembuh dan 67 lainnya masih menjalani rawat jalan.
Dalam siaran pers tertanggal 13 Oktober 2026, Dinkes Tangsel menyebut kejadian tersebut mulai dilaporkan pada 7 Oktober 2026. Sejumlah warga mengalami keluhan diare, demam, mual, dan muntah dalam waktu yang hampir bersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus tersebut terjadi pada berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, hingga orang dewasa. Berdasarkan pendataan sementara, balita menjadi kelompok usia yang paling banyak terdampak.
Dinkes Periksa Sampel Air
Dugaan keterkaitan antara kejadian diare dan kualitas air bersih menjadi salah satu hal yang tengah ditelusuri. Untuk mengidentifikasi faktor risiko, Dinkes Tangsel bersama UPTD Puskesmas Keranggan telah melakukan penyelidikan epidemiologi, pendataan dan pemantauan kasus, pemeriksaan kesehatan, serta pemberian pengobatan kepada warga yang mengalami keluhan.
Petugas juga mengambil sampel air dari instalasi pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) dan rumah warga untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga:
Ledakan Di Pasar Cimanggis Ciputat, 8 Luka
Ledakan Keras di Pasar Cimanggis Ciputat, 7 Ruko Jebol dan Korban Berjatuhan
Terbukti! Air Bersih Serpong Lagoon Mengandung Bakteri E Coli
Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi faktor risiko kejadian diare di Perumahan Serpong Lagoon.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui apakah kualitas air berkaitan dengan kasus diare yang dialami warga.
Warga Minta DPRD Tangsel Turun Tangan
Sebelumnya, perwakilan warga Serpong Lagoon telah melayangkan surat pengaduan kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Tangsel tertanggal 12 Oktober 2026.
Dalam surat tersebut, warga meminta DPRD memfasilitasi inspeksi lapangan dan rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas kejadian diare sekaligus menelusuri persoalan pengelolaan air bersih di kawasan perumahan.
Baca Juga:
Muntaber Massal di Serpong Lagoon, Pengembang dan Pengelola Air Tak Penuhi Undangan DPRD Tangsel
XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili
VT Markets Gandeng Island Sports Club, Padukan Dunia Trading dan Gaya Hidup Aktif
Warga meminta inspeksi dilakukan bersama Dinkes, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi terkait lainnya.
Pemeriksaan yang diminta mencakup instalasi pengolahan air dan titik distribusi air yang dikelola PT Arfa Putra Soegama (APS), perusahaan pemasok air di kawasan tersebut.
Selain kualitas air, warga juga meminta kejelasan mengenai legalitas pengambilan dan pengelolaan air serta pemenuhan standar kualitas air bersih.
Warga berharap DPRD dan pemerintah daerah menindaklanjuti pengaduan tersebut melalui pemeriksaan menyeluruh dan menyampaikan hasilnya secara transparan kepada masyarakat.
Dinkes Imbau Warga Waspadai Dehidrasi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM, melalui siaran persnya mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala diare.
“Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala diare, terutama pada balita, lansia, dan kelompok rentan, guna mencegah dehidrasi dan komplikasi yang lebih serius,” demikian keterangan Dinkes Tangsel dalam siaran pers tertanggal 13 Oktober 2026.
Baca Juga:
YR Fitness Bermitra dengan PrimaFit dan Berekspansi ke Indonesia
Eileen Gu Tampil sebagai Pembicara dalam KFF Inspiring Women Leadership Series di SMU
CCTV+: Forum Respons Cepat atas Pengaduan Publik Digelar di Beijing
Dinkes juga mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan makanan dan minuman, menggunakan air minum yang aman, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun.
Khusus untuk bayi, pencegahan diare berat akibat infeksi Rotavirus dapat dilakukan melalui imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan.
Dinkes Tangsel menyatakan pemantauan perkembangan kasus dan pengawasan kualitas air bersih terus dilakukan guna mencegah bertambahnya kasus serta mempercepat pemulihan kesehatan warga.
Hingga siaran pers tersebut diterbitkan, penyebab pasti kejadian diare di Serpong Lagoon masih dalam penelusuran. Hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan epidemiologi diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai faktor risiko kejadian tersebut.










