HARIANBANTEN.COM – DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) minta proses investigasi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) diperluas.
Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricki Yuanda mengatakan, investigasi itu diperlukan untuk mengetahui apakah ada korban lain atau tidak.
“Termasuk juga kemudian kita minta untuk melakukan investigasi, pendataan kepada siswa-siswa yang lain mungkin dalam sirkelnya, apakah mungkin ada korban berikutnya yang memang belum terungkap atau memang cukup korban ini saja,” kata Ricki ketika dihubungi, Senin, 28 September 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan Ricki menyarankan, proses skrinning turut menyasar kepada orang-orang di sekitar terduga pelaku di luar tempatnya mengajar, termasuk di lingkungan rumah.
“Bukan cuma kemudian kepada sirkelnya, tapi kemudian juga ke tempat atau ke wilayahnya, di lingkungan rumahnya misalnya, apakah memang ada perilaku demikian juga yang dilakukan oleh pelaku kepada korban-korban lain,” ujarnya.
“Jadi bukan cuma di sekolah tapi juga kita meminta kepada sirkel di rumah pelaku, sekitar pelakunya. Makanya kemudian ini menjadi penting kita untuk menginvestigasi bagaimana kemudian kasus ini berkembang atau hanya di lokal saja,” tambahnya.
Di samping itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itupun mengaku telah mendapatkan informasi dari pihak sekolah bahwa terduga pelaku telah dinonaktifkan.
Baca Juga:
Bikin Resah! Toko Obat di Pondok Aren Digeruduk Warga, Penjual Kabur
GOVWARE 2026 HADIRKAN PEMIMPIN KEAMANAN SIBER GLOBAL DI TENGAH PERKEMBANGAN AGENTIC AI
Namun kendati demikian, ia berharap proses hukum laporan tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Sekolah sudah memberikan jawaban yang cukup tegas untuk sementara waktu proses guru tersebut sudah dinonaktifkan dari sekolah. Dan kalaupun memang perlu pengembangan lebih lanjut, saya berharap kemudian pelaku bisa di seret ke dalam kasus hukum, di proses hukum begitu,” pungkasnya.







