Kuota SMP Negeri Terbatas, Sekda Tangsel Yakin Ada Praktik Titip Menitip Siswa SPMB

- Pewarta

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan daya tampung siswa baru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri memiliki ketimpangan yang cukup jauh.

 

Lulusan SD kurang lebih mencapai 25.000, sementara daya tampung SMPN hanya sekira 10.000 siswa.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Bambang Noetjahtjo mengatakan, kondisi itu membuat persaingan untuk masuk SMP Negeri menjadi semakin ketat, sehingga potensi adanya praktik titip-menitip atau jual beli bangku semakin besar.

 

“Jadi kalau ditanyakan ‘bagaimana pak apakah itu mungkin terjadi?’ segala kemungkinan pasti terjadi. Pasti ada lah (potensi titip-menitip siswa) ya,” kata Bambang Noertjahtjo di Puspemkot Tangsel, Jumat, 12 Juni 2026.

 

Dengan besarnya potensi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel mengaku sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi dengan melaksanakan SPMB secara transparan.

 

“Hal yang pastinya faktor risiko itu sudah diantisipasi ya. Makanya tadi saya menyampaikan pesan dari Bapak Walikota bahwa kami berkomitmen menjaga objektivitas kompetisi ini berjalan setransparan mungkin,” terangnya.

 

Dindikbud Tangsel sendiri akan mendirikan posko pengaduan yang nantinya menerima segala temuan maupun kesulitan yang dialami wali murid selama proses SPMB.

 

Tak hanya itu, Dindikbud Tangsel juga menggandeng Inspektorat maupun Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak pihak-pihak yang melakukan praktik transaksional tersebut.

 

“Kita juga di sini sudah dari awal melibatkan Inspektorat, itu kan untuk menjaga risiko yang tadi disampaikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Toyota Agya Tabrak Gerobak Ketoprak di Ciputat, 1 Orang Luka
Dugaan Pelecehan di ICM Tangsel: Polisi Periksa 7 Saksi, Perkara Naik Penyidikan
Viral Tukang Sate di Pondok Aren Tangsel Dipalak Ratusan Juta
Wacana Guru P3K Digaji Pemerintah Pusat, BKAD Tangsel: APBD Bisa Dialokasikan Untuk Program Lain
Sidak Pasar Ciputat Bongkar Puluhan Kios Terisi Tanpa Bayar Retribusi
Dindik Tangsel Senang, Gaji 1.100 Guru PPPK Bakal Dibayar Pusat
Khawatir Ada Korban Lain, DPRD Tangsel Minta Investigasi Dugaan Pelecehan Sekolah Internasional Diperluas
Bikin Resah! Toko Obat di Pondok Aren Digeruduk Warga, Penjual Kabur

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:36 WIB

Toyota Agya Tabrak Gerobak Ketoprak di Ciputat, 1 Orang Luka

Rabu, 30 September 2026 - 16:05 WIB

Dugaan Pelecehan di ICM Tangsel: Polisi Periksa 7 Saksi, Perkara Naik Penyidikan

Rabu, 30 September 2026 - 16:02 WIB

Viral Tukang Sate di Pondok Aren Tangsel Dipalak Ratusan Juta

Rabu, 30 September 2026 - 15:59 WIB

Wacana Guru P3K Digaji Pemerintah Pusat, BKAD Tangsel: APBD Bisa Dialokasikan Untuk Program Lain

Selasa, 29 September 2026 - 18:47 WIB

Sidak Pasar Ciputat Bongkar Puluhan Kios Terisi Tanpa Bayar Retribusi

Berita Terbaru

Info Banten

Toyota Agya Tabrak Gerobak Ketoprak di Ciputat, 1 Orang Luka

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:36 WIB

Info Banten

Viral Tukang Sate di Pondok Aren Tangsel Dipalak Ratusan Juta

Rabu, 30 Sep 2026 - 16:02 WIB