HARIANBANTEN.COM – Pelaku begal sopir taksi online yang beraksi di jalan Alam Segar 1, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah ditangkap.
Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Wawan Doddy Irawan, mengatakan, pelaku ditangkap oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya.
“Penanganan kasus sudah terungkap, bahwa yang ngungkap itu Jatanras Polda Metro Jaya. Pelaku alhamdulillah sudah ketangkap,” kata Wawan ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat, 9 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanganan kasus tersebut saat ini dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Sementara korban dipastikan dalam keadaan selamat.
Korban saat itu dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mendapatkan luka di bagian kepala dan tangan.
“Kondisi korban alhamdulillah masih selamat karena karena kita dapat informasi dari masyarakat langsung kita tangani, kita bawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Baca Juga:
Jejak Nuklir Indonesia dari Pertanian hingga Kesehatan, Kini Menuju Era PLTN
Berlumuran Darah Akibat Ditusuk, Begini Kronologi Sopir Taksi Dibegal di Pamulang
Driver Taksi Online Dibegal di Pamulang: Kepala Ditusuk, Mobil Dibawa Kabur
Diberitakan sebelumnya, seorang sopir taksi online berinisial AA dibegal di jalan Alam Segar 1, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/10) sekira pukul 01.22 WIB. Akibat peristiwa itu korban mengalami luka tusuk, sementara mobilnya dibawa kabur pelaku.
Salah seorang warga, Yati (46) menceritakan, saat itu tiba-tiba terdengar suara teriakan orang minta pertolongan. Ketika keluar rumah, ia dibuat kaget dengan adanya seorang pria terpogoh-pogoh dengan lumuran darah.
Berdasarkan keterangan korban, ia habis mengantar penumpang dari titik penjemputan di wilayah Ciledug Tangerang ke lokasi tujuan Pamulang Tangsel.
“Saya tanya ‘abang kenapa?’ saya bilang gitu kan. Terus dia jawab ‘ini saya dibegal, mobil saya dibawa lari’ katanya bilang gitu,” kata Yati menirukan perkataan korban, ketika ditemui lokasi kejadian, Jumat, 9 Oktober 2026.
Saat itu, korban dan penumpang dikabarkan sempat terjadi perselisihan terkait titik pemberhentian yang dinilai tidak sesuai dengan aplikasi.
Setibanya di lokasi pemberhentian, penumpang meminta izin untuk mengambil uang tunai. Saat penumpang kembali masuk ke dalam mobil, bukannya membayar ia malah langsung menusuk sopir menggunakan pisau.
“Dia bilang katanya mau ngambil duit cash, ternyata tidak. Kepalanya langsung ditusuk pakai pisau kata dia gitu,” ungkap Yati.
Di lokasi kejadian, warga pun menemukan sebilah pisau dapur berlumur darah yang diduga menjadi senjata pelaku untuk menusuk korban.
Warga menduga ketika kejadian sempat ada perlawanan, pasalnya pisau yang ditemukan dalam keadana bengkok.
“Kemungkinan ngelawan soalnya pisaunya jatuh. Ada (ditemukan pisau) diamankan sama Polisi, pisau dapur sampe bengkok,” pungkasnya.
Baca Juga:
Seorang Warga Tewas Tertemper Kereta di Ciputat
Manfaatkan Musim Kemarau, Pemkot Tangsel Kebut Proyek Turap di 3 Lokasi Banjir
SPJ Tahap 1 Lengkap, Hibah Tahap 2 untuk Porprov Rp12 Miliar Segera Cair









