HARIANBANTEN.COM – Polisi menemukan sepucuk surat wasiat di dalam jok motor milik pria yang ditemukan tewas di aliran Kali Sasak, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Untuk diketahui, mauat pria tersebut ditemukan mengambang di aliran Kali Sasak yang masuk wilayah administrasi Kecamatan Ciputat, Senin (5/10). Sementara motor korban terparkir di pinggir Jalan Pajajaran, sekitar 100 meter dari lokasi penemuan jasad.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami juga menemukan di dalam jok motor sebuah surat wasiat dari yang diduga almarhum,” kata Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, di lokasi kejadian, Senin, 5 Oktober 2026.
Bambang belum menjelaskan secara rinci isi surat tersebut. Namun, dia menyebut surat itu secara garis besar berkaitan dengan persoalan keluarga.
Baca Juga:
Viral Konser Orchestra Experience di BSD Batal Mendadak, Penonton Lapor Polisi
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Sasak Ciputat, Warga Sempat Lihat Korban Pesta Miras
“(isi surat) terkait masalah keluarga,” ungkapnya.
Meski menemukan surat wasiat, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian pria tersebut.
Untuk mengungkap penyebab kematian korban, jasadnya dibawa ke Rumah Sakit (RS) Kramat Jati Polri untuk menjalani autopsi.
“Dari hasil otopsi tersebut nanti akan bunyi (diketahui, red) kapan meninggal nya, penyebabnya apa,” tuturnya.
Warga Sempat Lihat Korban Pesta Miras
Sebelumnya, Ketua RT setempat, Zaki, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 07.45 WIB.
Identitas pria tersebut hingga kini belum diketahui. Zaki juga memastikan korban bukan merupakan warga di wilayahnya.
Saat ditemukan, jasad korban terlihat mengambang dalam posisi telungkup dengan wajah menghadap ke dalam air. Korban mengenakan sweater dan celana panjang, serta masih menggunakan sepatu.
“Awalnya ada info dari warga laporan ke saya pagi sekitar jam 07.45 WIB. Langsung saya laporan ke Polisi,” kata Zaki kepada awak media.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, seorang warga sempat melihat pria dengan ciri-ciri serupa sedang pesta minuman keras bersama sejumlah temannya.
“Jadi waktu malam Minggu ada yang liat lagi pada mojok minum-minum. Ada yang liat, katanya mau lapor RT tapi sudah jam 03.00 WIB takut saya-nya sudah tidur,” ungkapnya.












