TANGSEL – Sebanyak 340 pesilat cilik dari berbagai perguruan silat, sekolah negeri dan swasta, serta pondok pesantren di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti Bocil Championship IV yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangsel.
Kejuaraan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak mulai dari jenjang TK/PAUD hingga siswa SD kelas 6. Para peserta terbagi dalam kategori Pra Usia Dini 1, Pra Usia Dini 2, Usia Dini 1 dan Usia Dini 2.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua IPSI Kota Tangsel, Delima Bungsu Andy, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan pencak silat sejak usia dini.
“Pesertanya 340 anak, berasal dari perguruan silat, sekolah negeri dan swasta, serta pondok pesantren yang ada di Tangsel,” ujar Delima.
Baca Juga:
55 PNS Ucap Sumpah Jabatan, Walikota Tangsel Wanti-Wanti Soal Judol
Mundur Dari Kepala Dispora Tangsel, Mukroni Kini Jadi staf di BKPSDM
Dalam penyelenggaraan kali ini, IPSI Tangsel juga menghadirkan Amigos, salah satu atlet Indonesia, untuk memberikan motivasi kepada para pesilat cilik yang mengikuti kejuaraan.
Selain itu, hadir pula Asya dan Nada, atlet yang meraih prestasi pada O2SN tingkat nasional.
Kehadiran para atlet tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta Bocil Championship IV. Para pesilat muda bisa melihat langsung sosok atlet berprestasi sekaligus mendapatkan motivasi untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
“Bocil Championship kali ini IPSI Tangsel menghadirkan atlet Indonesia Amigos, serta Asya dan Nada, juara O2SN Nasional, sebagai bentuk motivasi untuk para bocil silat Tangsel,” kata Delima.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangsel, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tangsel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Ketua Kadin Tangsel serta Ketua Merpati Putih Tangsel.
Baca Juga:
Radha Exports bermitra dengan Körber untuk mengupayakan otomatisasi canggih pergudangan di Singapura
XTransfer Tampilkan Solusi Penagihan Lokal Asia Tenggara di CAEXPO, Dukung Perdagangan Lintasnegara
Delima berharap Bocil Championship tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet pencak silat Tangsel secara berkelanjutan.
“Dengan adanya kejuaraan seperti ini, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman bertanding sejak usia dini dan termotivasi untuk terus berprestasi,” ujarnya.










