**HARIANBANTEN.COM** – Pengelolaan suplai air bersih di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), direncanakan beralih ke Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) dalam waktu tiga bulan ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain rencana pengambilalihan pengelolaan, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan juga menyampaikan bahwa air danau di kawasan Serpong Lagoon tidak lagi digunakan sebagai sumber air bersih bagi warga.
Informasi tersebut disampaikan dalam rapat yang digelar di kantor Dinas Cipta Karya Kota Tangerang Selatan, Rabu (21/10/2026). Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Tangsel, Dinas Cipta Karya, perwakilan BSA Land, pengelola Water Treatment Plant (WTP), Perseroda PITS, perwakilan warga, serta jajaran terkait lainnya.
Baca Juga:
Cip ADAS Axera Tembus Pasar Eropa Lewat Leapmotor, Perkuat Ekspansi Global
JJ Lin, Tia Ray, dan Lil Ghost Meriahkan Panggung Formula 1 Singapore Grand Prix, Didukung TME
Yudi, perwakilan warga Serpong Lagoon yang mengikuti rapat tersebut, mengatakan bahwa masa tiga bulan ke depan akan digunakan untuk mempersiapkan sejumlah kebutuhan sebelum pengambilalihan dilakukan.
Persiapan itu meliputi penyusunan nota kesepahaman (*Memorandum of Understanding*/MoU), pemenuhan aspek legal standing, serta persiapan jaringan perpipaan untuk mendukung penyaluran air bersih.
“Tadi disampaikan dari pihak Pemkot dan PITS bahwa dalam waktu tiga bulan ke depan suplai air bersih akan diambil alih PITS, bukan WTP lagi,” ujar Yudi.
Nantinya, PITS direncanakan menyuplai air bersih dari PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang untuk memenuhi kebutuhan warga Serpong Lagoon.
Yudi menyambut baik rencana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa warga berharap pembenahan tidak hanya dilakukan dengan mengganti sumber pasokan air, tetapi juga mencakup jaringan perpipaan distribusi di dalam perumahan.
Baca Juga:
YINGFA Pamerkan Sel Surya TOPCon 3.0 Multi-Cut dan XBC 2.0 di REI 2026
Comarch Loyalty Mengubah Program Loyalitas Azerbaijan Airlines Menjadi Ekosistem Teknologi Finansial
“Kami berharap jangan hanya sumber airnya yang diganti. Jaringan distribusi perpipaan di dalam perumahan juga harus dievaluasi dan, jika memang diperlukan, diganti menggunakan pipa berstandar *food grade*. Jangan sampai sumber airnya sudah bagus, tetapi jaringan distribusinya masih bermasalah seperti kondisi sekarang,” tegasnya.
Menurut Yudi, kualitas air yang diterima warga tidak hanya ditentukan oleh sumber pasokan, tetapi juga proses pengolahan dan kondisi jaringan distribusi yang menyalurkan air hingga ke rumah-rumah.
Karena itu, ia berharap proses pengambilalihan oleh PITS menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh infrastruktur air bersih di Serpong Lagoon, termasuk memeriksa kondisi pipa dan potensi kebocoran yang dapat menyebabkan kontaminasi.
Terlebih, persoalan air bersih di kawasan tersebut menjadi perhatian setelah kasus muntaber massal yang dialami ratusan warga. Sejumlah sampel air di Serpong Lagoon juga dilaporkan menunjukkan adanya bakteri *Escherichia coli* (*E. coli*).
Dengan rencana penghentian penggunaan air danau serta pengalihan pasokan kepada PITS melalui PDAM TKR, warga berharap persoalan kualitas air bersih di Serpong Lagoon dapat ditangani secara menyeluruh.
Warga juga berharap proses transisi tersebut disertai pengawasan kualitas air secara berkala dan keterbukaan hasil pengujian laboratorium, sehingga keamanan air yang diterima masyarakat dapat dipastikan.











