Sentil Keras Pejabat Negara, Anies Baswedan: Berhentilah Memberi Obat Tidur Kepada Publik

- Pewarta

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM Kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilai sedang diterpa tantangan berat yang tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan bahwa di tengah situasi yang semakin sulit ini, kebutuhan terbesar masyarakat dan pelaku pasar adalah kepastian yang nyata, bukan upaya menyembunyikan akar masalah yang sebenarnya terjadi.

 

Pandangan kritis ini disampaikan Anies sebagai respons terhadap berbagai indikator ekonomi makro yang mulai menunjukkan sinyal memburuk.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Di kondisi seperti sekarang, ada satu hal yang paling ditunggu pasar dan masyarakat: kepastian. Bukan ketenangan yang semu, bukan juga pemanis bibir untuk menutupi masalah. Yang dibutuhkan adalah kepastian yang tumbuh dari keterbukaan dan kejujuran, arah kebijakan yang jelas, serta pemerintah yang paham ke mana arah bangsa ini akan dibawa,” ujar Anies dalam sebuah unggahan video di akun Instagram resminya, @aniesbaswedan, pada Rabu (20/5/2026). Isi pesan tersebut telah dikonfirmasi keasliannya oleh timnya kepada awak media.

 

Dalam penjelasannya, Anies menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai cenderung menyembunyikan fakta di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasi yang sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pasar justru tidak ada dalam kebijakan yang diterapkan saat ini.

 

“Data disaring sedemikian rupa. Halah hal yang positif saja yang ditampilkan, sementara hal buruk dan kekurangan disembunyikan,” tegasnya.

 

Padahal, kondisi sulit itu sudah sangat terasa dampaknya. Anies menyoroti anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga ke titik terendah sepanjang sejarah, yang kemudian berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Dampak beruntun ini makin berat dengan menyusutnya kesempatan kerja dan merosotnya kemampuan daya beli masyarakat secara luas.

 

Selain masalah domestik, tantangan dari luar negeri pun diprediksi masih akan menghantui Indonesia dalam jangka panjang. Mulai dari ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, hingga ancaman cuaca ekstrem yang diperingatkan para ilmuwan.

 

“Tantangan ke depan masih sangat panjang. Konflik geopolitik makin memanas di Timur Tengah, dan para ahli memperingatkan bahwa fenomena El Nino terkuat yang pernah tercatat sudah ada di depan mata,” papar Anies.

 

Ia menambahkan, datangnya berbagai masalah ini secara bersamaan membuat beban yang ditanggung negara menjadi jauh lebih berat. “Menghadapi satu krisis saja sudah berat, apalagi sekarang beberapa tantangan datang sekaligus. Bebannya jadi berlipat ganda,” tambahnya.

 

Anies juga menyampaikan kekecewaannya atas respons yang ditunjukkan para pejabat negara. Di saat rakyat sedang kesusahan, pernyataan yang dilontarkan justru kerap terdengar meremehkan atau bahkan berupa candaan, yang dianggap tidak peka terhadap penderitaan masyarakat. Belum lagi kebijakan yang sering berubah-ubah.

 

“Pernyataan pejabat mengenai situasi serius sering kali terdengar ringan, malah kadang bercanda. Aturan main berubah setiap saat, hari ini begini besok begitu. Akibatnya pasar bingung, publik bingung, dan investor jadi ragu, bahkan ada yang memilih menarik dananya keluar,” ucapnya.

 

Hal yang makin disayangkan adalah adanya ketimpangan sikap. Rakyat diminta untuk berhemat dan menahan pengeluaran, namun keteladanan dari para pemimpin politik justru tidak terlihat. Pemerintah justru dinilai banyak mengeluarkan dana untuk program yang tidak menjadi kebutuhan mendesak.

 

“Ada pemborosan di kalangan atas, tapi yang diminta mengencangkan ikat pinggang adalah rakyat kecil. Ini terlihat sangat tidak peka. Peringatan sudah datang dari segala arah: dari ekonom dalam negeri, lembaga keuangan dunia, hingga media massa baik dalam maupun luar negeri yang memprediksi kondisi Indonesia kian sulit,” tegas Anies.

 

Menurut Anies, banyaknya peringatan dari para ahli dan lembaga internasional itu adalah bukti nyata bahwa ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, penanganan yang serius dan tulus mutlak diperlukan karena ini menyangkut nasib kehidupan banyak orang.

Berita Terkait

Temuan Penyakit Influenza A di Tangsel Capai 256 Kasus
Wakil Walikota Tangsel Ungkap Alasan Utama Kepala Dispora Mundur
Guru ICM Ditetapkan Tersangka Pelecehan, Langsung Ditahan
Benyamin Dukung Langkah Dindik Banten Kirim Pelajar Bermasalah ke Barak TNI
Bikin Geger! Kepala Dispora Tangsel Mundur Jelang Porprov Banten, Ada Apa?
Lagi Bawa Penumpang, Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dan Meninggal di Ciputat
APBD Tangerang Raya Tembus Rp20 Triliun, Lebih Dua Kali Lipat APBD Banten
Manajer Kopdes Merah Putih di Banten Belum Jelas, Pemprov Masih Tunggu Plotting Kementerian

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Temuan Penyakit Influenza A di Tangsel Capai 256 Kasus

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Wakil Walikota Tangsel Ungkap Alasan Utama Kepala Dispora Mundur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Guru ICM Ditetapkan Tersangka Pelecehan, Langsung Ditahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Benyamin Dukung Langkah Dindik Banten Kirim Pelajar Bermasalah ke Barak TNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Bikin Geger! Kepala Dispora Tangsel Mundur Jelang Porprov Banten, Ada Apa?

Berita Terbaru

Info Banten

Temuan Penyakit Influenza A di Tangsel Capai 256 Kasus

Sabtu, 3 Okt 2026 - 20:28 WIB

Info Banten

Wakil Walikota Tangsel Ungkap Alasan Utama Kepala Dispora Mundur

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:29 WIB

Info Banten

Guru ICM Ditetapkan Tersangka Pelecehan, Langsung Ditahan

Jumat, 2 Okt 2026 - 17:57 WIB