HARIANBANTEN.COM – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, memimpin pengambilan sumpah dan janji 55 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel. Puluhan PNS tersebut berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Benyamin mengatakan, 55 PNS yang diambil sumpahnya terdiri dari lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) serta PNS yang sebelumnya belum sempat mengucapkan sumpah dan janji.
“Total ada 55. Ada yang berasal dari lulusan alumni STPDN, ada yang memang sudah jadi PNS tapi belum sempat diambil sumpah dan janjinya. Maka sekarang jumlahnya 55 kita selesaikan,” kata Benyamin, Rabu, 7 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin meminta para PNS untuk bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di mana pun mereka ditempatkan.
Ia juga mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tidak melanggar aturan yang berlaku.
“Saya kira sambutan saya tadi cukup mendasar ya, saya mengingatkan kepada mereka siapa kita, siapa aparatur sipil negara yaitu sebagai pelayan masyarakat yang mengabdikan diri untuk negara, bangsa, dan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
“Saya minta mereka bekerja secara profesional, inovatif, mampu menghadapi perubahan-perubahan. Sekarang kan pengaruh teknologi sangat kuat. Mereka harus, dalam melayani publik mereka harus menguasai antara keterampilan itu,” sambungnya.
Baca Juga:
DPRD Tangsel Minta ASN yang Terbukti Terlibat Judol Disanksi Tegas
10 ASN Tangsel Diduga Terjerat Judol, Pemkot Siapkan Sanksi Berat hingga Pemecatan
Nestlé dan NBA mengumumkan kemitraan pemasaran internasional jangka panjang
Selain soal profesionalitas, Benyamin secara khusus mengingatkan para PNS mengenai bahaya judi online (judol).
Ia mengaku telah menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Inspektorat untuk melakukan pengawasan terhadap ASN yang terindikasi terjerat judi online.
“Saya lagi instruksikan kepada BKPSDM, Inspektorat, segala macam untuk mengawasi ASN kita atau pegawai kita yang terjaring judol,” tegasnya.
Menurut Benyamin, indikasi ASN yang terjerat judi online memang ditemukan. Namun, ia tidak menyebutkan jumlah PNS yang diduga terlibat.
“Ada aja. Kita tahunya mereka udah ya habis-habisan lah kira-kira begitu. Udah utang sana, utang sini, pinjaman online,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Benyamin mengaku telah berkoordinasi dengan pihak perbankan, khususnya Bank Jabar Banten (BJB), terkait pengajuan pinjaman oleh ASN.
Ia meminta agar pengajuan pinjaman ASN diketahui oleh pasangan masing-masing, sehingga dapat menjadi kontrol bersama dan mencegah pegawai terjerat judi online.
“Saya sudah minta kepada setiap kepala OPD-nya kalau mereka mengajukan pinjaman misalnya kepada Bank Jabar, panggil tuh dua-duanya, istrinya sama suaminya yang mengajukan pinjaman, atau istrinya mengajukan pinjaman, suaminya juga dipanggil supaya diketahui bersama-sama, jangan pernah terjerat judol,” jelasnya.
Benyamin menyadari pengawasan terhadap aktivitas judi online tidak mudah dilakukan, terutama karena aktivitas tersebut dapat dilakukan melalui telepon seluler. Namun, ia menilai pengajuan pinjaman melalui perbankan dapat menjadi salah satu titik pencegahan.
“Walaupun ini susah, kita tahu di handphone-nya ada aplikasi itu segala macam, tapi saya ingin mereka kan biasanya mengajukan pinjaman ke perbankan, nah itu yang kita cegah,” pungkasnya.









