HARIANBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuka kemungkinan memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa menyusul abu vulkanik yang masih menyebar di sejumlah wilayah.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, seluruh wilayah Tangsel masih terdampak abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tapi memang sampai dengan hari ini menunjukkan bahwa penyebaran abu vulkanik itu masih terjadi,” kata Benyamin seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Tangsel, Senin, 7 September 2026.
Menurut Benyamin, abu vulkanik memiliki risiko kesehatan yang lebih besar dibandingkan debu biasa. Hal itu disebabkan ukuran partikelnya yang sangat kecil dan karakteristik partikelnya yang tajam.
Baca Juga:
Seorang Warga Tewas Tertemper Kereta di Ciputat
Manfaatkan Musim Kemarau, Pemkot Tangsel Kebut Proyek Turap di 3 Lokasi Banjir
Oleh karena itu, sekecil atau sedikit apapun abu vulkanik yang tersebar. Kondisi itu harus tetap mendapatkan perhatian serius.
“Karena informasinya ini adalah partikel yang sangat tajam gitu, beda dengan abu tanah biasa, maka ini cukup membahayakan bagi kesehatan warga,” tuturnya.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, Pemkot Tangsel mempertimbangkan kembali penerapan PJJ.
“Sebetulnya selalu ada di handphone saya ini, selalu ada informasi mengenai hal tersebut. Jadi sampai dengan hari ini ingin saya sampaikan kepada teman-teman, hari ini kita masih cuacanya 34 derajat, kemudian masih ada abu vulkanik. Ya Sehingga kemungkinan memang masih akan kita berlakukan lagi PJJ,” ungkapnya.
Benyamin mengatakan keputusan terkait perpanjangan PJJ akan dibahas lebih lanjut dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung pada Senin sore.
“Nanti saya akan rapat lagi mungkin sorean. Makanya saya evaluasi lagi di sore,” pungkasnya.









