Darurat Sampah! TPA Cipeucang Tak Lagi Muat, Tangsel Siap Kirim Sampah ke Serang

- Pewarta

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPA Cipeucang Tangerang Selatan

TPA Cipeucang Tangerang Selatan

HARIANBANTEN — Krisis sampah di Kota Tangerang Selatan memasuki fase mengkhawatirkan. TPA Cipeucang yang selama ini menjadi tumpuan utama pengelolaan sampah warga kini tidak lagi mampu menampung volume sampah harian. Pemerintah Kota Tangsel pun menyiapkan langkah darurat, salah satunya mengirim sampah ke luar daerah, termasuk ke Kota Serang.

 

Lonjakan produksi sampah setiap hari berbanding terbalik dengan kapasitas TPA yang semakin terbatas. Kondisi ini membuat pengelolaan sampah Tangsel berada di titik rawan, terutama jika tidak segera ditangani dengan solusi jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pemerintah Kota Tangsel mengakui bahwa daya tampung TPA Cipeucang telah mendekati batas maksimal. Upaya penataan dan pembenahan masih berlangsung, namun belum cukup untuk menampung seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.

 

“TPA Cipeucang saat ini dalam kondisi penuh. Karena itu, opsi kerja sama lintas daerah menjadi salah satu solusi darurat yang sedang disiapkan,” ujar pejabat terkait di lingkungan Pemkot Tangsel.

 

Salah satu daerah yang dijajaki sebagai lokasi pembuangan sementara adalah Kota Serang. Skema ini bersifat sementara sambil menunggu pembenahan sistem pengelolaan sampah di Tangsel, termasuk peningkatan pengolahan dan pengurangan sampah dari sumbernya.

 

Meski demikian, rencana pengiriman sampah ke luar daerah bukan tanpa tantangan. Selain membutuhkan anggaran besar, kerja sama ini juga memerlukan kesiapan infrastruktur serta koordinasi antar pemerintah daerah. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut hanya akan memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya secara menyeluruh.

 

Pengamat lingkungan menilai krisis ini harus menjadi momentum evaluasi serius bagi Kota Tangerang Selatan. Tanpa pengurangan sampah dari hulu, peningkatan fasilitas daur ulang, dan perubahan perilaku masyarakat, persoalan serupa akan terus berulang.

 

Pemerintah daerah pun mengimbau warga untuk mulai aktif memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Langkah kolektif ini dinilai penting agar kondisi darurat sampah tidak semakin parah.

 

Jika tidak ada terobosan nyata, Tangsel berpotensi terus bergantung pada daerah lain untuk urusan sampah sebuah kondisi yang dinilai tidak ideal bagi kota penyangga ibu kota dengan pertumbuhan penduduk yang pesat.

Berita Terkait

Masih Bandel Pasang di Atas Tanah, Kabel Provider Internet di Ciputat Diputus Paksa
Walikota Tangsel: Jajaran Direksi BUMD Pasar Harus Profesional
Pemkot Tangsel Matangkan Persiapan Porprov 2026, 20 Venue Masih Lobi Harga
KPU Tangsel Evaluasi Partisipasi Pilkada, Ungkap Alasan Warga Tak Datang ke TPS
Wanita 21 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Tangerang, Ada Luka Pada Bagian Leher
Penyekap Lansia di Apartemen Serpong Ditangkap, Pelaku Ngaku Jadi Pegawai KPK
Driver Online Ditemukan Tewas di Dalam Mobil yang Terparkir di Serpong Tangsel
Kementerian PU Akan Tata Wilayah Tangsel, Kemacetan Hingga Banjir Menjadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Masih Bandel Pasang di Atas Tanah, Kabel Provider Internet di Ciputat Diputus Paksa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Walikota Tangsel: Jajaran Direksi BUMD Pasar Harus Profesional

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Pemkot Tangsel Matangkan Persiapan Porprov 2026, 20 Venue Masih Lobi Harga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:17 WIB

KPU Tangsel Evaluasi Partisipasi Pilkada, Ungkap Alasan Warga Tak Datang ke TPS

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Wanita 21 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Tangerang, Ada Luka Pada Bagian Leher

Berita Terbaru

Info Banten

Walikota Tangsel: Jajaran Direksi BUMD Pasar Harus Profesional

Kamis, 13 Agu 2026 - 16:34 WIB