
HARIAN BANTEN – Mulai April 2026, ritme kerja Aparatur Sipil Negara di Kota Tangerang berubah. Setiap Jumat, sebagian ASN tak lagi datang ke kantor—kebijakan baru ini memicu perhatian soal efisiensi hingga pelayanan publik.
Pemerintah Kota Tangerang resmi menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat. Kepala BKPSDM Kota Tangerang, Jatmiko, menyebut kebijakan ini bertujuan menyelaraskan arah kebijakan daerah sekaligus menekan penggunaan energi dan anggaran operasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah kebijakan nasional, sekaligus mendorong efisiensi penggunaan energi dan anggaran,” ungkap Jatmiko, Rabu, 1 April 2026.
Penerapan WFH dilakukan secara selektif dengan tetap menjaga kualitas layanan publik. Sejumlah pejabat struktural dan unit layanan langsung tetap bekerja dari kantor. Unit seperti kecamatan, kelurahan, kesehatan, pendidikan hingga perizinan tetap menjalankan WFO demi memastikan pelayanan tidak terganggu.
”Jadi, unit pelayanan publik langsung tetap melaksanakan WFO, sedangkan unit pendukung dapat melaksanakan WFH secara efektif dengan memastikan target dan indikator kinerja ASN tercapai, serta tidak terjadi penurunan kualitas pelayanan publik,” bebernya.
Pemkot Tangerang juga akan menghitung efisiensi anggaran dari kebijakan ini setiap bulan, termasuk pengeluaran listrik, BBM, air, dan biaya operasional lainnya. Evaluasi akan dilakukan setiap dua bulan sejak kebijakan mulai berlaku pada 1 April 2026.
Baca Juga:
Bupati Dewi Buka-bukaan: Keuangan Pandeglang Membaik, Tapi Belum Maksimal
Avtur Naik 80%! DPR Warning Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Bernasib Seperti Vietnam
PKL Ditertibkan di Bantaran Cisadane, Ini Alasan Tegas Camat Tangerang
”Kebijakan ini berlaku 1 April dan akan dievaluasi secara berkala setiap dua bulan,” katanya.
Selain WFH, pemerintah daerah turut menyiapkan langkah tambahan seperti perluasan dan penambahan waktu pelaksanaan Car Free Day guna mendukung penghematan energi dan pengurangan polusi udara.
”Dalam rangka menunjang penghematan energi, dan mengurangi polusi udara kegiatan Car Free Day juga akan ditambah ruas jalannya atau jumlah hari pelaksanaannya dan durasi waktunya,” sambungnya.
Jatmiko menegaskan bahwa WFH bukan berarti hari libur. ASN tetap dituntut menjaga disiplin dan kinerja dengan memanfaatkan teknologi kerja jarak jauh.
Baca Juga:
Bos Judi Online Tangerang Ditangkap! Omzet Tembus Rp300 Juta per Bulan
“ Kami harap seluruh pegawai tetap disiplin dan profesional. WFH ini bukan libur, tetapi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan kinerja,” tutupnya.
Kebijakan WFH ini menjadi langkah baru Pemkot Tangerang dalam menyeimbangkan efisiensi anggaran dan kualitas layanan. Kini, tantangannya ada pada konsistensi ASN menjaga produktivitas meski bekerja dari rumah.
Sumber Berita: www.tangerangnews.com









