HARIANBANTEN.COM – Dugaan pelecehan menimpa M (32), seorang guru di Tangerang Selatan (Tangsel). Terduga pelaku merupakan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel berinisial A.
Peristiwa tersebut berlangsung di sebuah tempat hiburan billiard kawasan Serpong, Jumat (4/9). Saat itu, korban datang bersama kakaknya untuk mengambil koper persiapan ibadah umrah kepada A, yang juga mengelola bisnis travel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi, A sedang bermain billiard bersama atasannya yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) di Dindikbud Tangsel.
Ketika korban mencoba ikut bermain sembari menunggu, A diduga mengambil foto area tubuh sensitif milik M secara diam-diam lalu menyebarkannya.
Baca Juga:
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
“Aku engga tahu dia ngambil foto. Aku bersama kakak aku berdiskusi untuk keperluan umrah,“ kata Korban, Senin, 7 September 2026.
M sendiri mengaku baru menyadari tindakan tersebut setelah menerima informasi tersebarnya foto bagian tubuh dirinya dari rekan kerja.
Baca Juga:
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
“Saya kemudian nanya foto itu dikirim dari siapa dan dijawabnya dari si A yang aku temui di biliar itu,” ujarnya.
Mencari keadilan, korban lantas meminta klarifikasi langsung kepada A. Namun sikap A justru terkesan acuh dan tidak menunjukkan penyesalan.
“Dia tidak ada itikad baik ke saya. Saya kecewa karena tidak seharusnya dia seperti itu,” tuturnya.
Baca Juga:
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
The Ritz Carlton, Bali, Mempersembahkan Kemeriahan Selebrasi Natal dan Tahun Baru
Situasi kian menyudutkan M lantaran atasan A yang berada di lokasi justru terkesan membela terduga pelaku dan menyalahkan korban.
“Saya malah disalahin dan dipojokan sama mereka. Saya tidak berbuat apa-apa, ke biliard juga bersama kakak saya karena memang mau umrah dan bertemu dengan A ini yang memiliki travel,” ungkapnya.
Merasa dipojokkan dan tidak mendapatkan pertanggungjawaban, M memantapkan diri untuk membawa kasus ini ke meja hijau demi mencegah kejadian serupa terulang.
“Tidak ada itikad baik dan saya malah disudutkan saya rencananya akan melapor ke polisi,” pungkasnya.
HarianBanten telah mengkonfirmasi kejadian itu kepada Kepala Dindikbud Tangsel, namun belum mendapatkan jawaban.











