HARIANBANTEN.COM – Penemuan jenazah salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang mengangkut lima jurnalis saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membuka harapan baru bagi pihak keluarga.
Istri Donal Husni, salah satu dari lima jurnalis yang hilang, Aning mengatakan, penemuan jenazah salah satu ABK merupakan bukti otentik pertama dan menjadi petunjuk baru setelah proses pencarian dilakukan selama 10 hari lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penemuan itu seakan menjadi titik terang, ia berharap penemuan jenazah bisa menjadi petunjuk dan proses pencarian dapat dibuka kembali.
“Semoga bisa kembali dibuka pencarian, sehingga bisa diketemukan teman-teman jurnalis, mengingat sampai saat ini belum satu pun teman-teman jurnalis yang ditemukan,” kata Aning, Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga:
Dugaan Pelecehan Sekolah Internasional di Tangsel, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Andra Soni Sambangi Keluarga Jurnalis yang Hilang, Pencarian Diperluas hingga Bengkulu
The Coffee Bean & Tea Leaf® dan Al-Ghunaim Rayakan Pembukaan Kafe Ke-130 di Kuwait
Apalagi, lanjut Aning, berdasarkan informasi dari hasil penelusurannya, status Gunung Anak Krakatau kini sudah turun dari Level III menjadi Level II.
Sehingga ia berharap kondisi itu bisa menjadi pertimbangan tambahan agar proses pencarian dapat dibuka kembali.
“Jadi besar harapan saya, saya mohon agar bisa pihak Basarnas, pihak berwenang, jajaran terkait, mohon untuk dibuka, dilakukan lagi pencarian secara intensif,” pungkasnya.
Dirangkum dari berbagai sumber, salah satu jenazah ABK yang ditemukan yaitu Surakhman. Ia ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Jenazah Surakhman sendiri telah ditemukan sejak Sabtu (12/9). Saat itu proses identifikasi jenazah langsung dilakukan.
Baca Juga:
Reconova Debut di Ajang PTE Asia 2026, Dorong Ekspansi Smart Aviation Berbasis Embodied Intelligence
Dishub Tangsel Akan Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Rawa Buntu 28-30 September
Sinar Mas Land Raih Top 10 Developers Award Hubexo Asia Awards 2026
Setelah melakukan pencocokan DNA dengan data dari delapan keluarga yang hilang kontak, dinyatakan secara genetik jenazah itu merupakan ABK Kapal Surakhman.









