HARIANBANTEN.COM – Penemuan jenazah salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang mengangkut lima jurnalis saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membuka harapan baru bagi pihak keluarga.
Istri Donal Husni, salah satu dari lima jurnalis yang hilang, Aning mengatakan, penemuan jenazah salah satu ABK merupakan bukti otentik pertama dan menjadi petunjuk baru setelah proses pencarian dilakukan selama 10 hari lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penemuan itu seakan menjadi titik terang, ia berharap penemuan jenazah bisa menjadi petunjuk dan proses pencarian dapat dibuka kembali.
“Semoga bisa kembali dibuka pencarian, sehingga bisa diketemukan teman-teman jurnalis, mengingat sampai saat ini belum satu pun teman-teman jurnalis yang ditemukan,” kata Aning, Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga:
55 PNS Ucap Sumpah Jabatan, Walikota Tangsel Wanti-Wanti Soal Judol
Mundur Dari Kepala Dispora Tangsel, Mukroni Kini Jadi staf di BKPSDM
Apalagi, lanjut Aning, berdasarkan informasi dari hasil penelusurannya, status Gunung Anak Krakatau kini sudah turun dari Level III menjadi Level II.
Sehingga ia berharap kondisi itu bisa menjadi pertimbangan tambahan agar proses pencarian dapat dibuka kembali.
“Jadi besar harapan saya, saya mohon agar bisa pihak Basarnas, pihak berwenang, jajaran terkait, mohon untuk dibuka, dilakukan lagi pencarian secara intensif,” pungkasnya.
Dirangkum dari berbagai sumber, salah satu jenazah ABK yang ditemukan yaitu Surakhman. Ia ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Jenazah Surakhman sendiri telah ditemukan sejak Sabtu (12/9). Saat itu proses identifikasi jenazah langsung dilakukan.
Baca Juga:
Radha Exports bermitra dengan Körber untuk mengupayakan otomatisasi canggih pergudangan di Singapura
XTransfer Tampilkan Solusi Penagihan Lokal Asia Tenggara di CAEXPO, Dukung Perdagangan Lintasnegara
Setelah melakukan pencocokan DNA dengan data dari delapan keluarga yang hilang kontak, dinyatakan secara genetik jenazah itu merupakan ABK Kapal Surakhman.









