Minta Diantar Pulang, Bocah 14 Tahun Warga Tangsel Malah Disekap 5 Hari di Pasar Rebo

- Pewarta

Rabu, 23 September 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM Seorang perempuan berusia 14 tahun asal Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengalami peristiwa tragis setelah diduga disekap selama sekitar lima hari oleh pria yang dikenalnya melalui media sosial.

 

Korban awalnya berkenalan dengan pria tersebut melalui media sosial. Keduanya kemudian sepakat bertemu hingga pria tersebut menjemput korban pada Rabu (16/9).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketua RT 04 RW 07 Ciater, Arfian (38), mengatakan korban dan pria tersebut sempat menuju sebuah tandon di kawasan Ciater.

 

Namun, ketika korban meminta diantar pulang, pria tersebut justru membawa korban ke sebuah rumah di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

 

“Korban dan pelaku itu kenalnya dari medsos. Berawal kenal di medsos, lalu janjian yang kemudian dibawa kabur tanpa sepengetahuan orang tua,” kata Arfian kepada awak media, Rabu (23/9/2026).

 

Orang tua korban yang panik karena anaknya tidak kunjung pulang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

 

Korban Dipulangkan, Pelaku Diamankan Warga

 

Setelah sekitar lima hari berada di rumah tersebut, korban akhirnya dibawa kembali oleh pria tersebut pada Senin (21/9) malam.

 

Namun, kepulangan korban justru diketahui warga. Pria yang diduga sebagai pelaku kemudian diamankan warga saat hendak mengantarkan korban.

 

Arfian mengatakan, pria tersebut diduga memutuskan memulangkan korban karena keberadaannya mulai dicurigai oleh warga sekitar.

 

“Kurang lebih itu dibawa kabur sekitar lima atau enam hari baru dibalikin, dan pas dibalikin itu ketahuan, ketangkap pas mau ngedrop,” ujarnya.

 

Diduga Alami Kekerasan Seksual

 

Selama berada di rumah tersebut, korban diduga mengalami kekerasan seksual secara berulang.

 

Berdasarkan keterangan yang diterima Arfian, korban juga mengaku mendapat ancaman pembunuhan ketika menolak keinginan pria tersebut atau berusaha meminta pertolongan.

 

“Dilecehkan secara seksual, yang bikin mirisnya lagi, ketika si korban datang bulan, tetap dihajar sama pelaku itu,” tutur Arfian.

 

Tak hanya itu, korban disebut mendapat ancaman agar tidak berteriak maupun meminta pertolongan.

 

“Sepengetahuan saya korban bilang iya diancam, kalau memang enggak mau melayani atau teriak, akan dibunuh atau dimacem-maceminlah, intinya ya pengancaman,” katanya.

 

Kini korban telah kembali ke rumah dan bersama keluarganya. Namun, peristiwa tersebut disebut meninggalkan trauma bagi korban.

 

Kasus tersebut selanjutnya ditangani aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Berita Terkait

Viral Konser Orchestra Experience di BSD Batal Mendadak, Penonton Lapor Polisi
Polisi Temukan Surat Wasiat di Motor Pria yang Ditemukan Tewas di Kali Sasak Ciputat
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Sasak Ciputat, Warga Sempat Lihat Korban Pesta Miras
Temuan Penyakit Influenza A di Tangsel Capai 256 Kasus
Wakil Walikota Tangsel Ungkap Alasan Utama Kepala Dispora Mundur
Guru ICM Ditetapkan Tersangka Pelecehan, Langsung Ditahan
Benyamin Dukung Langkah Dindik Banten Kirim Pelajar Bermasalah ke Barak TNI
Bikin Geger! Kepala Dispora Tangsel Mundur Jelang Porprov Banten, Ada Apa?

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Viral Konser Orchestra Experience di BSD Batal Mendadak, Penonton Lapor Polisi

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Polisi Temukan Surat Wasiat di Motor Pria yang Ditemukan Tewas di Kali Sasak Ciputat

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Sasak Ciputat, Warga Sempat Lihat Korban Pesta Miras

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Temuan Penyakit Influenza A di Tangsel Capai 256 Kasus

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Wakil Walikota Tangsel Ungkap Alasan Utama Kepala Dispora Mundur

Berita Terbaru