HARIANBANTEN.COM – DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengusulkan agar pemerintah tidak hanya menggratiskan seragam khas seperti batik dan olahraga kepada para siswa, melainkan harus seluruh seragam.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tangsel, Adi Surya mengatakan, kebijakan itu memang langkah awal yang baik, namun belum cukup untuk meringankan beban masyarakat secara signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Idealnya ke depan seluruh jenis seragam termasuk seragam utama juga harus digratiskan,” kata Adi Surya ketika dikonfirmasi, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurutnya langkah menggratiskan seluruh seragam sekolah bisa dilakukan secara bertahap.
Baca Juga:
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
“Ini harus diupayakan secara bertahap agar keadilan sosial dalam pendidikan benar-benar terasa,” ujarnya.
Adi mengungkapkan, selain memperluas pemberian seragam, terdapat masalah lain yang harus menjadi konsentrasi Pemkot Tangsel yaitu soal ketepatan sasaran penerimaan bantuan.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Ia mendesak pemerintah daerah untuk memperbaiki metode kategorisasi siswa tidak mampu. Menurutnya, mengandalkan data Desil kemiskinan yang ada saat ini seringkali tidak akurat dan memicu salah sasaran di lapangan.
Oleh karena itu ia minta Pemkot Tangsel melakukan verifikasi faktual yang mencerminkan kondisi riil di masyarakat.
Menurutnya langkah itu perlu dilakukan untuk memastikan anggaran daerah benar-benar tersalurkan kepada anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
“Jangan sampai siswa yang benar-benar membutuhkan justru terlewat hanya karena kendala administratif data Desil yang belum diperbarui,” tegasnya.
“Petugas di lapangan harus melihat kondisi nyata keluarga siswa. Validasi yang kuat adalah kunci agar program yang baik ini tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” pungkasnya.
Sebelumnya Pemkot Tangsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) akan menggratiskan seragam khas sekolah bagi siswa sekolah negeri mulai tahun ajaran 2026.
Nantinya seragam khas akan disediakan oleh pemerintah melalui APBD dengan skema penganggaran melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Di BOS seragam itu sudah jelas skemanya, apa saja yang akan di-cover sama APBD. Ya ini cuma nanti tinggal penganggaran disetujui di dana BOS, semoga perubahannya sudah bisa dipergunakan,” kata Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, Selasa, 2 Juni 2026.
Nantinya seragam khas yang ditanggung oleh pemerintah terdiri dari seragam batik dan olahraga.
“Seragam yang khas saja. Seragam itu kan ada baju olahraga, baju batik,” pungkasnya.












