HARIANBANTEN.COM – Sekolah tingkat TK hingga SMP di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Senin (7/9). Kebijakan itu diambil imbas adanya abu vulkanik erupsi gunung anak krakatau.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni mengatakan, untuk sementara kebijakan PJJ diberlakukan selama satu hari.
“Diberlakukan PJJ selama satu hari,” kata Deden Deni ketika dikonfirmasi, Senin, 6 September 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Deden menerangkan, selama kebijakan PJJ tersebut pihaknya akan memantau perkembangan situasi terkini dampak abu vulkanik.
Jika kondisi membaik, maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan kembali normal pada esok hari.
“Diberlakukan PJJ sambil dipantau, sambil dievaluasi. Kalau sudah membaik Selasanya bisa normal kembali sekolahnya, tapi dengan protokol kesehatan,” terangnya.
Namun jika kondisi abu vulkanik masih menyelimuti Kota Tangsel, KBM terpaksa dilanjutkan sampai keadaan dinilai sudah membaik.
Baca Juga:
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
“Kalau kondisinya tidak membaik ya diperpanjang, tapi kita lihat kondisinya mudah-mudahan membaik,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sebagian wilayah, termasuk di Kota Tangsel, diselimuti abu vulkanik akibat aktivitas erupsi gunung anak krakatau.
Abu vulkanik sendiri dinilai memiliki dampak terhadap kesehatan masyarakat, mulai dari pernapasan hingga masalah pada kulit.
Dinas Kesehatan Kota Tangsel sebelumnya telah menghimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Namun jika aktivitas di luar ruangan tak bisa dihindari, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan mengenakan masker.
“Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila masker N95 tidak tersedia,” kata Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar, Minggu, 6 September 2026.
Apabila mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan, iritasi mata berupa mata merah, perih atau berair, serta iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.








