Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sekolah Tangsel PJJ Sehari

- Pewarta

Senin, 7 September 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Sekolah tingkat TK hingga SMP di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Senin (7/9). Kebijakan itu diambil imbas adanya abu vulkanik erupsi gunung anak krakatau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni mengatakan, untuk sementara kebijakan PJJ diberlakukan selama satu hari.

“Diberlakukan PJJ selama satu hari,” kata Deden Deni ketika dikonfirmasi, Senin, 6 September 2026.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deden menerangkan, selama kebijakan PJJ tersebut pihaknya akan memantau perkembangan situasi terkini dampak abu vulkanik.

Jika kondisi membaik, maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan kembali normal pada esok hari.

“Diberlakukan PJJ sambil dipantau, sambil dievaluasi. Kalau sudah membaik Selasanya bisa normal kembali sekolahnya, tapi dengan protokol kesehatan,” terangnya.

Namun jika kondisi abu vulkanik masih menyelimuti Kota Tangsel, KBM terpaksa dilanjutkan sampai keadaan dinilai sudah membaik.

“Kalau kondisinya tidak membaik ya diperpanjang, tapi kita lihat kondisinya mudah-mudahan membaik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebagian wilayah, termasuk di Kota Tangsel, diselimuti abu vulkanik akibat aktivitas erupsi gunung anak krakatau.

Abu vulkanik sendiri dinilai memiliki dampak terhadap kesehatan masyarakat, mulai dari pernapasan hingga masalah pada kulit.

Dinas Kesehatan Kota Tangsel sebelumnya telah menghimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan.

Namun jika aktivitas di luar ruangan tak bisa dihindari, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan mengenakan masker.

“Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila masker N95 tidak tersedia,” kata Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar, Minggu, 6 September 2026.

Apabila mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan, iritasi mata berupa mata merah, perih atau berair, serta iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Berita Terkait

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Berita Terbaru