HARIAN BANTEN – Kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Pandeglang pada 2025 menunjukkan sinyal membaik. Namun di balik tren positif tersebut, masih ada sejumlah catatan penting yang jadi sorotan.
Secara umum, kinerja keuangan daerah Pemkab Pandeglang pada tahun anggaran 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA), total pendapatan daerah tahun 2024 tercatat sebesar Rp 2,70 triliun atau 95,83 persen, sedangkan pada 2025 realisasinya mencapai Rp 2,60 triliun atau 96,93 persen dari target Rp 2,69 triliun. Secara Year Over Year (YoY), pendapatan daerah meningkat sekitar 1,1 persen. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami lonjakan signifikan dari 68,61 persen pada 2024 menjadi 88,79 persen di 2025.
“Betul memang berdasarkan data LKPJ, secara umum ada perbaikan kinerja keuangan dalam pos pendapatan dan belanja daerah. Namun diakui secara nominal angka lebih kecil, tapi perbaikan kinerja ini patut dijadikan motivasi agar ke depan jauh semakin lebih baik lagi,” ungkap Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, Kamis (2/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi belanja daerah, terjadi peningkatan kinerja sebesar 0,92 persen, dari realisasi 95,70 persen pada 2024 menjadi 96,62 persen di 2025. Belanja operasi bahkan naik 1,6 persen menjadi 97,27 persen. Namun, belanja modal justru mengalami penurunan sebesar 4,24 persen, dari 97,14 persen pada 2024 menjadi 92,90 persen di 2025.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa kapasitas fiskal Pandeglang sangat terbatas, sementara kebutuhan fiskal sangat besar. Untuk itu dibutuhkan dukungan semua pihak agar kebijakan anggaran yang ini benar-benar berdasarkan pada skala prioritas dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Meski menunjukkan tren positif, kinerja keuangan Pandeglang masih menyisakan pekerjaan rumah. Evaluasi dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar perbaikan ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.








