Emas 22 Kg Senilai Rp60 Miliar Diselundupkan Lewat Bandara Soetta Tangerang

- Pewarta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN.COM – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggagalkan upaya penyelundupan emas ilegal seberat 22,28 kilogram senilai sekitar Rp60 miliar di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Dalam penindakan itu, petugas mengamankan dua warga negara Tiongkok berinisial ZL dan ZC.

Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan penyelundupan tersebut diduga tidak dilakukan kedua pelaku seorang diri.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV serta koordinasi dengan petugas keamanan bandara (Avsec), muncul dugaan adanya keterlibatan oknum petugas bandara yang membantu memuluskan aksi tersebut.

“Meneliti CCTV kemudian dari hasil pengamatan kami, diduga ada keterlibatan oknum petugas bandara,” ujar Hengky.

Dalam aksinya, kedua pelaku menggunakan modus berbeda untuk menyembunyikan emas sebelum dibawa melalui Terminal 3 Bandara Soetta.

Pelaku pertama, ZL, kedapatan membawa 23 keping emas dengan berat mencapai 14,08 kilogram dan nilai taksiran sekitar Rp38 miliar.

Emas tersebut disembunyikan menggunakan modus body strapping, yakni ditempelkan atau dililitkan pada tubuh menggunakan pakaian khusus di bagian perut dan kaki sehingga tidak mudah terlihat dari luar.

Sementara itu, pelaku kedua, ZC, membawa tujuh keping emas dengan berat sekitar 8,2 kilogram dan nilai mencapai Rp22 miliar.

Berbeda dengan ZL, ZC menyembunyikan emas batangan tersebut di dalam tas dan koper yang dibawanya.

Jika digabungkan, emas yang diamankan dari kedua pelaku mencapai 22,28 kilogram dengan nilai sekitar Rp60 miliar.

Bea Cukai bersama pihak terkait kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan emas tersebut, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum petugas bandara.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena penyelundupan diduga memanfaatkan akses di kawasan Bandara Soekarno-Hatta untuk memuluskan pengeluaran emas dari Indonesia.

Berita Terkait

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Berita Terbaru