HARIANBANTEN – Ratusan senyum, warna-warni janur, dan alunan gambang kromong menghidupkan Tangerang Ngebesan 2026, resepsi pernikahan massal yang diikuti 106 pasangan pengantin dari segala usia. Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi perayaan kebersamaan, cinta, dan pelestarian budaya Betawi yang kental.
Sejak pagi, arak-arakan pengantin pria dan wanita memadati plaza pusat kota. Prosesi palang pintu, atraksi silat, dan adu pantun jawara membuat suasana makin meriah, sementara keluarga dan kerabat ikut menyemarakkan momen sakral ini. Wali Kota Sachrudin menekankan, “Hari ini kita merayakan pernikahan sekaligus kebersamaan warga Kota Tangerang. Tradisi dan kebahagiaan bisa berjalan beriringan.”
Dari total 106 pasangan, 97 muslim dan sembilan non-muslim, menunjukkan keberagaman yang harmonis. Salah satu pasangan, Owen dan Mishel, menyebut pengalaman ini luar biasa: “Kami terharu dan bangga bisa merayakan momen istimewa ini bersama warga lain. Suasananya hangat dan penuh kebersamaan,” kata Owen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah kota berharap acara ini tidak hanya memfasilitasi pernikahan layak, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal dan persaudaraan antarwarga. Tangerang Ngebesan 2026 membuktikan bahwa modernitas kota tidak menghapus tradisi, justru menghadirkan perayaan cinta yang meriah, hangat, dan mengharukan bagi seluruh masyarakat.







