HARIANBANTEN.COM – Pendapatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari pembagian deviden sebagai pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB mengalami penurunan dalam Perubahan APBD 2026.
Sebelumnya pendapatan dari deviden ditargetkan sebesar Rp701 juta, namun turun menjadi Rp631 juta atau sebesar 10,01 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, penurunan jumlah pembagian deviden itu merupakan hasil realisasi laba bersih pada tahun 2025.
Keputusan pembagian deviden itu pun telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BJB.
Baca Juga:
XTransfer Tampilkan Solusi Penagihan Lokal Asia Tenggara di CAEXPO, Dukung Perdagangan Lintasnegara
Viral Konser Orchestra Experience di BSD Batal Mendadak, Penonton Lapor Polisi
“Terhadap penurunan target pendapatan hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan sebesar 10,01%, merupakan penyesuaian terhadap realisasi dividen berdasarkan laba bersih yang dihasilkan di tahun buku 2025,” kata Benyamin di DPRD Tangsel, Rabu, 9 September 2026.
Benyamin menjelaskan, meski mengalami penurunan, namun jika dibandingkan pada tahun 2025, jumlah deviden tahun 2026 masih lebih besar 0,34 persen.
Baca Juga:
Polisi Temukan Surat Wasiat di Motor Pria yang Ditemukan Tewas di Kali Sasak Ciputat
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Sasak Ciputat, Warga Sempat Lihat Korban Pesta Miras
“Namun jika dibandingkan dengan realisasi APBD Tahun 2025 sebesar Rp629.151.223 realisasi pendapatan hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan Tahun 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,34% atau sebesar Rp631.291.444,” ungkapnya.
Kendati penerimaan deviden mengalami penurunan, Pemkot Tangsel justru membuka peluang untuk menambah penyertaan modal pemegang saham di Bank BJB.
Meski demikian ia tak menjelaskan apa alasan penambahan modal tersebut dan berapa besar penambahannya.
“Saya berharap ada penambahan saham BJB,” pungkas Benyamin.
Dilansir dari laman resmi Bank BJB, Kota Tangsel tercatat memiliki 7.380.073 lembar saham, dari setoran modal sebesar Rp9.999.998.915 dengan total kepemilikan saham secara persentase sebesar 0,07 persen.










