Kekeringan Sebabkan 55 KK Kesulitan Air Bersih, Walikota Tangsel Minta DCKTR Bikin Sumur Bor

- Pewarta

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, minta kepada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) untuk segera membuat sumur bor di wilayah yang masih mengalami kekeringan.

 

Langkah itu diperlukan agar masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekeringan tetap bisa mendapatkan air bersih jika musim kemarau berkepanjangan melanda.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Pada beberapa titik saya minta Dinas Cipta Karya untuk membangun sumur bor, sumur air dalam,” kata Benyamin, Rabu, 15 Juli 2026.

 

Ia mengungkapkan, sejauh ini Pemkot Tangsel sudah membuat beberapa sumur bor di beberapa lokasi, hanya saja sumur tersebut belum mencakup seluruh wilayah yang mengalami kekeringan.

 

“Itu sudah kita lakukan, misalnya di perumahan Pesona Serpong, dan nanti merambah lagi ke titik-titik yang lainnya,” ungkapnya.

 

Sedangkan untuk wilayah yang belum memiliki sumur bor, untuk sementara diberikan fasilitas toren penampung air dengan kapasitas besar untuk menyimpan suplai air bersih yang diberikan Pemkot Tangsel.

 

“Itu sudah kita lakukan untuk mengatasi kerawanan seperti ini,” tuturnya.

 

Di samping itu, lanjut Benyamin, salah satu langkah penanganan jangka pendek, Pemkot Tangsel akan mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan.

 

“Saya sudah instruksi ke jajaran saya ya, ke teman-teman, untuk paling tidak dalam jangka pendek segera kirim air bersih ke lokasi-lokasi wilayah mana saja yang terdapat kekeringan,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, kekeringan di Kota Tangsel kini semakin meluas yang tercatat terjadi di tiga titik.

Berdasarkan catatan BPBD Tangsel, tiga titik kekeringan diantaranya terjadi di RT 01 dan RT 02 RW 01, serta RT 04 RW 02, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu.

 

Akibat kekeringan itu total ada 55 Kepala Keluarga (KK) yang kini kesulitan air bersih.

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Kota Serang Alihkan KBM ke Online Mulai Besok
Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Gangguan Perpanasan, Dinkes Tangsel Imbau Warga Pakai Masker
55 WN Tiongkok Diduga Jadi Kuli di Proyek Smartfren Serpong, Diamankan Imigrasi
Belum Padam Total, Kebakaran di Pisangan Ciputat Memasuki Hari Ke-3
Jaro Tanggungan 12 Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia
Hibah KONI Tangsel Terganjal SPJ, Walikota Pastikan Tak Ganggu Porprov 2026
Imbas Kebakaran Lahan Kosong di Ciputat, 12 Warga Alami Sesak Nafas
Kebakaran lahan kosong di Ciputat 27 Jam Belum Padam

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:13 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Kota Serang Alihkan KBM ke Online Mulai Besok

Minggu, 6 September 2026 - 16:00 WIB

Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Gangguan Perpanasan, Dinkes Tangsel Imbau Warga Pakai Masker

Sabtu, 5 September 2026 - 22:17 WIB

55 WN Tiongkok Diduga Jadi Kuli di Proyek Smartfren Serpong, Diamankan Imigrasi

Sabtu, 5 September 2026 - 14:32 WIB

Belum Padam Total, Kebakaran di Pisangan Ciputat Memasuki Hari Ke-3

Jumat, 4 September 2026 - 21:31 WIB

Jaro Tanggungan 12 Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Pers Rilis

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:25 WIB