HARIANBANTEN.COM – Seorang wanita berinisial SNA (21) ditemukan meninggal dunia di sebuah kontrakan di kawasan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Selasa (11/8).
Korban ditemukan dengan luka pada bagian leher. Polisi menduga SNA merupakan korban pembunuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban ditemukan meninggal dunia tadi pagi dengan luka di bagian leher,” ujar Kapolsek Benda, AKP Sriyono, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sarung bantal, seprai, dan pakaian.
Baca Juga:
Aplikasi AI Guanlan: Akurasi Lebih Tinggi, Biaya Lebih Hemat, Interaksi Lebih Cerdas
JADWAL “BIGBANG 2026-2027 WORLD TOUR ” di Hong Kong Resmi Diumumkan
“Hasil olah TKP sementara, diduga korban dibunuh, nanti disampaikan setelah penyelidikan. Dari lokasi kejadian perkara terdapat barang bukti disita seperti sarung bantal, seprai, dan baju,” tuturnya.
Sriyono mengatakan, SNA selama ini tinggal di kontrakan tersebut bersama calon suaminya yang bekerja di perusahaan jasa ekspedisi.
Calon suami korban dikabarkan sempat pulang ke kontrakan sekitar pukul 24.00 WIB untuk beristirahat. Setelah itu, korban diketahui telah meninggal dunia.
“Saat itu calon suaminya pulang ke kontrakan tersebut pukul 24.00 WIB, untuk istirahat. Setelah itu korban diketahui meninggal dunia,” jelasnya
Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban dan mengungkap peristiwa tersebut.
Baca Juga:
GCL SI Hadirkan EcoPower Mate di Ajang Oil & Gas Indonesia 2026
Terekam CCTV, Maling Gasak Motor di Ciputat Dalam Hitungan Detik
Sementara itu, pemilik kontrakan bernama Else, menyebut SNA telah tinggal di tempat tersebut selama sekitar dua tahun. Ia membenarkan korban tinggal bersama calon suaminya.
Else menuturkan, pada malam sebelum ditemukan meninggal, korban sempat makan malam bersama calon suaminya sebelum pria tersebut pergi bekerja.
Namun, sekitar pukul 02.00 WIB, Else mendapat informasi dari penghuni kontrakan lainnya yang mengaku mendengar suara jeritan perempuan.
“Tapi saat malam itu sekitar pukul 02.00 WIB, saya terima informasi dari seorang penghuni lain yang mendengar ada suara jeritan perempuan,” kata Else.
Pada pagi harinya, Else kemudian mendapat informasi dari calon suami korban dan diminta mengecek kondisi SNA di dalam kontrakan.
“Si Anton (calon suami) bilang sama saya, ini si Ipah kenapa, saya masuk saya pegang kakinya ternyata sudah enggak ada. Setahu saya dia enggak pernah cekcok, berantem,” pungkasnya.












