HARIANBANTEN.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alin Hendalin Mahdaniar menyebut, abu vulkanik erupsi gunung anak krakatau dapat menyebabkan berbagai dampak terhadap kesehatan.
Ia mengatakan, gangguan penyakit bisa timbul jika terhirup masuk ke dalam tubuh maupun mengenai mata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup serta apabila mengenai mata dan kulit,” kata Alin Hendalin dalam keterangannya, Minggu, 6 September 2026.
Oleh karena itu Dinkes Tangsel menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi gunung anak krakatau.
Baca Juga:
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Kota Serang Alihkan KBM ke Online Mulai Besok
55 WN Tiongkok Diduga Jadi Kuli di Proyek Smartfren Serpong, Diamankan Imigrasi
Apabila beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dihimbau melakukan langkah-langkah perlindungan terutama saat kondisi udara terlihat berkabut, berdebu, atau terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar, salah satunya dengan menggunakan masker.
Oleh karena itu, masyarakatdiimbau untuk melakukan langkah-langkah perlindungankesehatan, terutama saat kondisi udara terlihat berkabut, berdebu, atau terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
Belum Padam Total, Kebakaran di Pisangan Ciputat Memasuki Hari Ke-3
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
“Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila masker N95 tidak tersedia,” tuturnya.
Apabila mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan, iritasi mata berupa mata merah, perih atau berair, serta iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
“Agar segera mengurangi paparan dan memeriksakan diri ke UPTD Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, terutama apabila keluhan menetap, semakin berat, atau disertai kesulitan bernapas,” ungkapnya.
Baca Juga:
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Jaro Tanggungan 12 Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia
Hibah KONI Tangsel Terganjal SPJ, Walikota Pastikan Tak Ganggu Porprov 2026
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan sesuai kondisi lingkungan masing-masing,” pungkasnya.









