Setiap Kelurahan di Kecamatan Serpong Ditargetkan Miliki 1.000 Lubang Biopori untuk Kurangi Sampah

- Pewarta

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Kecamatan Serpong menargetkan pembangunan 1.000 lubang biopori di setiap Kelurahan yang ada di wilayahnya hingga akhir 2026.

 

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mengurangi volume sampah, khususnya sampah organik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Camat Serpong, Syaifuddin mengatakan, program tersebut merupakan salah satu strategi yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangsel.

 

“Untuk mendukung program strategis dari Walikota, yang tertuang dalam RPJMD, kami menargetkan pembuatan lubang biopori di seluruh kelurahan. Targetnya mudah-mudahan bisa terlaksana per kelurahan itu 1.000 lubang biopori,” kata Syaifuddin saat ditemui di Kantor Kecamatan Serpong, Jumat, 31 Juli 2026.

 

Saat ini Kecamatan Serpong memiliki sembilan kelurahan. Dengan target 1.000 lubang di setiap kelurahan, total biopori yang akan dibangun mencapai 9.000 titik.

 

Syaifuddin berharap seluruh target tersebut dapat direalisasikan sebelum akhir tahun 2026. Hingga kini, proses pembuatannya masih terus berjalan.

 

“Target 2026 mudah-mudahan tercapai, sampai kemarin kita masih terus (membuat lubang),” tuturnya.

 

Ia mengungkapkan, Kelurahan Lengkong Gudang Timur menjadi wilayah pertama yang berhasil memenuhi target dengan memiliki 1.000 lubang biopori.

 

Menurutnya, program ini merupakan langkah Pemkot Tangsel untuk mengatasi persoalan sampah dari hulu. Nantinya, setiap rumah diharapkan memiliki satu lubang biopori yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

 

“Ini upaya dari Pemerintah Kota untuk menyelesaikan sampah dari hulu, artinya rencananya setiap rumah itu akan dipasang satu lubang biopori. Nanti sampah-sampah organik bisa dimasukkan ke lubang biopori itu, nanti kurun waktu beberapa lama akan jadi kompos,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sinar Mas Land Gandeng Kemenekraf, KEK ETKI Banten Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif
Satpol PP Tangsel Akhirnya Segel Gardu Listrik di Pool Taksi Ciater
20 Gudang di Kosambi Tangerang Terbakar, Pemadaman Masih Berlangsung
Kecamatan Setu Jadi Wilayah Balita Stunting Tertinggi di Kota Tangsel
879 Balita di Tangsel Mengalami Stunting
Polemik Pool Taksi Ciater, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Segera Urus PBG
Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, 791 Warga Tangsel Ajukan Perubahan Desil
BNN Usul Rokok Vape Dilarang Total, DPR Siap Dukung!

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:37 WIB

Sinar Mas Land Gandeng Kemenekraf, KEK ETKI Banten Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Rabu, 16 September 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Tangsel Akhirnya Segel Gardu Listrik di Pool Taksi Ciater

Rabu, 16 September 2026 - 16:04 WIB

20 Gudang di Kosambi Tangerang Terbakar, Pemadaman Masih Berlangsung

Rabu, 16 September 2026 - 14:57 WIB

Kecamatan Setu Jadi Wilayah Balita Stunting Tertinggi di Kota Tangsel

Rabu, 16 September 2026 - 14:54 WIB

879 Balita di Tangsel Mengalami Stunting

Berita Terbaru

Info Banten

879 Balita di Tangsel Mengalami Stunting

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:54 WIB