879 Balita di Tangsel Mengalami Stunting

- Pewarta

Rabu, 16 September 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Sebanyak 879 balita di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami stunting. Hal itu diketahui berdasarkan hasil pengukuran pada bulan Agustus 2026 ini.

 

Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, ratusan anak yang mengalami stunting tersebar di 54 kelurahan yang ada di Kota Tangsel.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Angka terakhir 879 anak. Memang dari jumlah total anak kita itu masih di bawah 1 perawn dari 7 kecamatan 54 kelurahan,” kata Pilar seusai acara Publikasi Stunting di Puspemkot Tangsel, Rabu, 16 September 2026.

 

Ia mengungkapkan, hasil pengukuran itu selanjutnya akan menjadi acuan Pemkot Tangsel dalam melakukan penanganan stunting di Kota Tangsel.

 

“Kita sebarkan data itu ke kewilayahan, khususnya ke kecamatan untuk diberikan langkah-langkah strategis tindak lanjut supaya permasalahan stunting itu bisa teratasi,” ungkapnya.

 

Pilar menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan para balita tersebut mengalami stunting, mulai dari asupan gizi, lingkungan yang tidak memadai, hingga pola asuh orang tua.

 

Oleh karena itu penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja, melainkan harus dikakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir dengan kolaborasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 

“Baik itu untuk pencegahan preventif, promotif, maupun yang saat ini dalam kondisi stunting untuk dilakukan pemulihan, perbaikan gizinya, perbaikan kualitas hidup dan lain sebagainya,” terangnya.

 

Pilar menyebut, meski masih terdapat ratusan balita di Kota Tangsel yang mengalami stunting, namun jika dibandingkan dengan wilayah lain angka itu masih terbilang kecil.

 

Namun berapa pun jumlahnya, lanjut Pilar, kondisi itu tetap harus menjadi perhatian pemerintah agar balita stunting dapat terus ditekan.

 

“Tahun sekarang turun dibanding tahun lalu. Tahun lalu 0,79 persen sekitar 900-an ya. Ya sekarang berarti 0,75 persen sekitar 800-an. Tapi saya bilang tadi, mau itu 1 persen, mau itu 0,75 persen, itu harus ditangani. Jadi masyarakat kita yang tinggal di Tangsel ya kalau bisa ya ke depan jadi nol persen,” tegasnya.

 

“Walaupun Tangsel itu termasuk yang terendah di Indonesia, di Banten, tapi PR kitalah. PR kita kerja keras bersama-sama, kita juga menggandeng unsur swasta juga supaya bisa sama-sama punya awareness ya terhadap kondisi sumber daya manusia kita khususnya anak-anak kita sebagai generasi ke depan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jejak Nuklir Indonesia dari Pertanian hingga Kesehatan, Kini Menuju Era PLTN
Pelaku Begal Sopir Taksi Online Pamulang Ditangkap Tim Jatanras Polda Metro Jaya
Berlumuran Darah Akibat Ditusuk, Begini Kronologi Sopir Taksi Dibegal di Pamulang
Driver Taksi Online Dibegal di Pamulang: Kepala Ditusuk, Mobil Dibawa Kabur
Seorang Warga Tewas Tertemper Kereta di Ciputat
Manfaatkan Musim Kemarau, Pemkot Tangsel Kebut Proyek Turap di 3 Lokasi Banjir
Janda Beranak Lima di Tangsel Tinggal di Bawah Pohon, Rano Alfath Beri Bantuan dan Fasilitasi Kontrakan Setahun
DPRD Tangsel Minta ASN yang Terbukti Terlibat Judol Disanksi Tegas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Jejak Nuklir Indonesia dari Pertanian hingga Kesehatan, Kini Menuju Era PLTN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Pelaku Begal Sopir Taksi Online Pamulang Ditangkap Tim Jatanras Polda Metro Jaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Berlumuran Darah Akibat Ditusuk, Begini Kronologi Sopir Taksi Dibegal di Pamulang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Driver Taksi Online Dibegal di Pamulang: Kepala Ditusuk, Mobil Dibawa Kabur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Seorang Warga Tewas Tertemper Kereta di Ciputat

Berita Terbaru

Pers Rilis

Chelsea FC Umumkan Kemitraan Global Terbaru dengan GAC

Sabtu, 10 Okt 2026 - 04:00 WIB