HARIANBANTEN.COM – Sebanyak 76 pelajar asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi yang berada di Kecamatan Casadari, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel, Heli Selamet mengatakan, puluhan pelajar tersebut berasal dari jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekolah rakyat dasar 16 siswa dan siswi, sekolah rakyat menengah pertama 30 siswa dan siswi, sekolah rakyat menengah atas 30 siswa dan siswi. Jumlah ada 76 siswa dan siswi,” kata Heli ketika dikonfirmasi, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Menurut Heli, seluruh peserta didik yang diberangkatkan merupakan warga Tangsel yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok Desil 1 dan Desil 2.
Baca Juga:
JULIEN’S AUCTIONS MENGUMUMKAN “KAIJU KING: KOLEKSI WARISAN SOMPOTE SANDS”
Pabrik Tahu dan Gudang Dekorasi di Pondok Aren Kebakaran, Kerugian Capai Rp2 Miliar
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
“Seluruhnya warga Tangsel yang terdaftar di Desil 1 dan Desil 2 DTSEN,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil asesmen, orang tua para pelajar tersebut mayoritas bekerja sebagai buruh harian lepas hingga pengemudi ojek online.
Baca Juga:
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Gegara Bakar Sampah, Rumah dan Bengkel di Serpong Utara Hangus Dilahap Api
Para pelajar yang mendapat kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut juga memperoleh fasilitas pendidikan dan kebutuhan sehari-hari yang ditanggung pemerintah.
Heli memastikan tidak ada biaya yang dibebankan kepada para siswa. Mereka hanya perlu membawa perlengkapan pribadi.
“Fasilitasinya semua, dari mulai makan, asrama, seragam semuanya sudah ditanggung oleh pemerintah. Mereka bawa badan aja sama mungkin hanya ya untuk keperluan pribadi,” pungkasnya.








