HARIAN BANTEN – Ketua DPW PKB Banten Ahmad Fauzi mengajak seluruh jemaah Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani untuk mendoakan pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 agar berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang tetap berpegang teguh pada tradisi serta nilai-nilai yang diwariskan para ulama pendiri NU.
Ajakan tersebut disampaikan Ahmad Fauzi saat menghadiri kegiatan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani bersama kader PKB dan masyarakat di Komplek Leguti, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Fauzi, doa dari para jemaah merupakan ikhtiar spiritual agar pelaksanaan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Jawa Timur dapat berlangsung penuh keberkahan dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semoga Muktamar NU berjalan lancar, penuh keberkahan, dan melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga nilai-nilai perjuangan para ulama serta membawa manfaat bagi umat,” ujarnya.
Fauzi menegaskan, sejak didirikan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan para ulama lainnya, NU dibangun di atas fondasi ilmu, adab, akhlak, serta semangat pengabdian kepada umat. Karena itu, setiap proses regenerasi kepemimpinan harus tetap menjaga tradisi musyawarah, persaudaraan, dan keteladanan yang menjadi ciri khas organisasi.
Menurutnya, para ulama pendahulu tidak pernah menjadikan jabatan sebagai tujuan utama dalam berkhidmah di organisasi. Kepemimpinan dipahami sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemaslahatan umat.
“Para pendiri NU selalu mengedepankan adab antarsesama. Mereka tidak haus jabatan ketika terjadi pergantian kepemimpinan. Yang dijaga adalah persaudaraan, musyawarah, dan tanggung jawab menjalankan amanah, bukan saling berebut apalagi saling menjatuhkan,” kata Fauzi.
Baca Juga:
Tenaga Kerja Asing di Tangsel Ada 340 Orang, Retribusi 2026 Dipatok Rp6,5 Miliar
Target Retribusi Tenaga Kerja Asing di Tangsel Tiba-tiba Turun Saat Capaian Tinggi
DFSK Luncurkan E5 PLUS Setir Kanan di Indonesia, Perkuat Strategi Ekspansi Global
Ia menilai, tantangan NU ke depan bukan hanya memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan dengan baik, tetapi juga mengembalikan fokus organisasi pada khidmah kepada umat. Berbagai dinamika internal yang muncul, menurutnya, tidak boleh berkepanjangan hingga menguras energi organisasi.
“NU didirikan oleh para ulama untuk melayani umat. Karena itu, seluruh energi organisasi harus kembali diarahkan pada kerja-kerja pengabdian. Jangan sampai dinamika internal justru membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terhambat,” ujarnya.
Fauzi berharap kepemimpinan yang lahir dari Muktamar NU 2026 mampu menciptakan suasana organisasi yang semakin kondusif dengan mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan penyelesaian persoalan secara kekeluargaan sebagaimana dicontohkan para ulama pendahulu.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi besar. Namun, setiap perbedaan harus diselesaikan melalui mekanisme yang menjunjung tinggi adab, akhlak, dan penghormatan terhadap sesama warga nahdliyin.
Baca Juga:
Setiap Kelurahan di Kecamatan Serpong Ditargetkan Miliki 1.000 Lubang Biopori untuk Kurangi Sampah
Kantor Kecamatan Serpong Angkat Kaki, Lokasi Lama Berubah Jadi Puskesmas
Kopilot Asal Malaysia Ditangkap di Bandara Soetta, Bawa 70.114 Butir Ekstasi dalam Koper
Ia menambahkan, kepemimpinan yang lahir dari proses yang berlandaskan nilai-nilai ulama akan mampu menjaga marwah NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran besar dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kebangsaan.
Di akhir sambutannya, Fauzi mengajak seluruh warga nahdliyin untuk bersama-sama mengawal Muktamar NU dengan doa dan menjaga suasana yang sejuk. Menurutnya, keberhasilan Muktamar tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi pemimpin, tetapi juga sejauh mana kepemimpinan tersebut mampu menjaga persatuan, memperkuat organisasi, dan mengembalikan semangat khidmah kepada umat.








