HARIANBANTEN.COM – Hasil pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menemukan sebanyak 2.387 remaja di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terdeteksi mengalami gejala depresi.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, berdasarkan hasil assesment diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang membuat para remaja depresi, salah satunya khawatir karena cita-cita tak tercapai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beragam ya, ada yang karena tidak tercapai cita-cita. Karena itu dikasih beberapa pertanyaan. Nah dari pertanyaan itu tersimpulkan bahwa dia mengalami depresi,” kata Benyamin ketika ditemui di kantor Kecamatan Pondok Aren, Senin, 31 Agustus 2026.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, gejala depresi yang dialami remaja di Kota Tangsel diketahui dari hasil skrining.
Baca Juga:
Himel Raih Technology Excellence Award, Hadirkan Inovasi pada Produk Kelistrikan Sehari-hari
Metode skrining dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan, dari hasil pertanyaan itu disimpulkan bahwa mereka mengalami gejala depresi.
“Pada saat masyarakat menjawab jujur itu (hasilnya disimpulkan) sudah dikategorikan depresi ringan,” jelasnya.
Baca Juga:
LX Pantos Thailand Resmikan Kantor yang Telah Direnovasi di Bangkok untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis
Alin mengungkapkan, dari 2.387 remaja yang mengalami depresi ringan, 629 di antaranya merupakan masih berstatus pelajar.
“Ada 629 ya dari tingkat SMA yang dikategorikan depresi ringan. Jadi ini adalah sebenarnya sesuatu yang butuh kita lakukan edukasi,” ungkap Alin.
Menurutnya terdapat beberapa faktor yang menyebabkan para remaja di Kota Tangsel mengalami gejala depresi, beberapa di antaranya karena tekanan psikologis hingga kekhawatiran terhadap hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang.
Baca Juga:
Hipertensi dan Diabetes Jadi Penyakit Paling Banyak di Derita Masyarakat Tangsel
Ahmad Najib Jabat Ketua PBPI Tangsel: Fokus Pembinaan Atlet Hingga Bidik Prestasi di PON 2032
Pria Ngamuk di Pasar Induk Tangerang, Bawa Obat Keras 1.110 Butir
“Jadi mereka ada hal-hal yang ketakutan akan masa depan, kemudian juga karena mungkin tekanan,” pungkasnya.









