HARIANBANTEN.COM– Total belanja tiga daerah yang tergabung dalam kawasan Tangerang Raya, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dalam Perubahan APBD 2026 menembus angka sekitar **Rp20 triliun**.
Jika digabungkan, belanja ketiga daerah tersebut bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan total anggaran belanja Pemerintah Provinsi Banten dalam APBD Perubahan 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabupaten Tangerang menjadi daerah dengan belanja terbesar di kawasan Tangerang Raya. Dalam Perubahan APBD 2026, belanja daerah Kabupaten Tangerang ditetapkan sebesar **Rp8,99 triliun**.
Selanjutnya, Kota Tangerang menetapkan belanja daerah sebesar **Rp5,767 triliun**, sedangkan Tangsel sebesar **Rp5,250 triliun**. Dengan demikian, total belanja Tangerang Raya mencapai sekitar **Rp20,01 triliun**.
Baca Juga:
Bikin Geger! Kepala Dispora Tangsel Mundur Jelang Porprov Banten, Ada Apa?
Lagi Bawa Penumpang, Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dan Meninggal di Ciputat
Manajer Kopdes Merah Putih di Banten Belum Jelas, Pemprov Masih Tunggu Plotting Kementerian
Angka tersebut terpaut sekitar **Rp10,25 triliun** dibandingkan belanja Pemerintah Provinsi Banten yang dalam APBD Perubahan 2026 disepakati sebesar **Rp9,76 triliun lebih**.
Besarnya APBD Tangerang Raya tersebut menunjukkan besarnya kapasitas anggaran tiga pemerintah daerah yang menjadi bagian penting dari kawasan metropolitan Jabodetabek.
Sementara itu, Gubernur Banten **Andra Soni** mengatakan APBD Perubahan 2026 Provinsi Banten disusun dengan mengedepankan efisiensi dan optimalisasi anggaran untuk mempercepat pembangunan.
“Selain aspek normatif, upaya efisiensi dan optimalisasi dalam rangka pemenuhan dan percepatan pembangunan untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini,” kata Andra Soni, Rabu (30/9/2026).
Andra juga menegaskan bahwa penggunaan anggaran perubahan tersebut harus mengacu pada target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.
Baca Juga:
94th CMEF, Pameran Industri Perangkat Medis Terkemuka Dunia, Digelar di Beijing pada 21-24 Oktober
Hadirkan Persona Bintang Hollywood dalam Kampanye Iklan Perusahaan Anda
“Landasannya adalah RPJMD. Capaian-capaian RPJMD ini merupakan janji atau amanat masyarakat melalui DPRD yang diberikan kepada pemerintah,” ujarnya.
Berdasarkan data DPRD dan Pemprov Banten, total pendapatan daerah dalam APBD Perubahan 2026 mencapai sekitar **Rp9,72 triliun**, dengan PAD sebesar **Rp7,114 triliun**.
Di tingkat daerah, Kabupaten Tangerang mencatat pendapatan sebesar Rp8,32 triliun dengan belanja Rp8,99 triliun. Struktur belanjanya terdiri dari belanja operasi Rp6,53 triliun, belanja modal Rp1,74 triliun, belanja tidak terduga Rp32,82 miliar dan belanja transfer Rp687,94 miliar.
Kota Tangerang memiliki pendapatan sebesar Rp5,186 triliun dan belanja Rp5,767 triliun. Sementara Tangsel menetapkan total belanja sebesar Rp5,250 triliun dalam Perubahan APBD 2026.
Meski secara nominal gabungan APBD Tangerang Raya jauh lebih besar dibandingkan APBD Pemprov Banten, perbandingan tersebut merupakan gabungan tiga pemerintah daerah dengan kewenangan masing-masing. Sementara Pemprov Banten memiliki cakupan pemerintahan pada seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Besarnya anggaran tersebut pada akhirnya menjadi tantangan bagi masing-masing pemerintah daerah untuk memastikan belanja yang dialokasikan benar-benar menghasilkan pelayanan publik dan pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.












