Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

- Pewarta

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menerima informasi adanya dugaan perundungan yang dialami oleh 14 siswi SMP Negeri 10.

 

Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dindikbud Tangsel, Eka Andries mengatakan, saat ini laporan tersebut masih dalam penanganan oleh pihak sekolah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menerima laporan awal mengenai penanganan yang dilakukan pihak sekolah, termasuk pertemuan dengan orang tua dan pembinaan terhadap siswa,” kata Eka ketika dihubungi, Sabtu, 24 Oktober 2026.

 

Eka menjelaskan, Dindikbud Tangsel bersama pihak sekolah masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk untuk mengumpulkan fakta-fakta yang berkaitan dengan informasi yang beredar.

 

“Saat ini, kami perlu memastikan kembali kelengkapan fakta, kondisi peserta didik, serta tindak lanjut yang telah dilaksanakan,” tuturnya.

 

Meski demikian dalam proses pendalaman itu, ia memastikan Dindikbud maupun pihak sekolah akan memprioritaskan keselamatan peserta didik.

 

“Prioritas kami adalah keselamatan anak, pendampingan yang diperlukan, dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga akan memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap satuan pendidikan,” terangnya.

 

Ia menegaskan bahwa nantinya keputusan yang diambil dari proses pendalaman itu akan disampaikan secara menyeluruh.

 

“Kami akan menyampaikan perkembangan sesuai hasil verifikasi dan arahan pimpinan, tanpa mendahului kesimpulan atas fakta yang masih diperiksa,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 14 siswi kelas VIII SMPN 10 Kota Tangsel diduga mengalami perundungan oleh kakak kelasnya, peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/10) malam. Mereka dikabarkan dipaksa meminum cairan racikan hingga mengalami sakit perut berkepanjangan.

 

Salah seorang orang tua korban, A (33) menceritakan, awalnya para siswi diajak main oleh kakak kelasnya ke sebuah warung kopi (warkop). Namun mereka tidak boleh datang hanya sedikit orang, akhirnya sebanyak 14 siswi mendatangi tempat tersebut.

 

“Awalnya diajakin main, tapi tidak boleh hanya bawa dua atau tiga orang. Akhirnya bawalah jadi ada 14 orang,” katanya, Jumat, 23 Oktober 2026.

 

Sesampainya di sana, mereka diminta untuk bermain sebuah permainan sambil merokok. Dalam permainan itu terdapat peraturan yang ditetapkan oleh para kakak kelas, jika abu rokoknya jatuh mereka harus minum cairan yang sudah diracik.

 

“Jadi anak-anak korban ini disuruh ngerokok, tapi abu rokoknya itu enggak boleh jatuh. Kalau jatuh dia harus minum racikan,” tuturnya.

 

A menyebut, para siswi saat itu tidak diberi tahu cairan yang diminum diracik menggunakan bahan apa saja. Setelah ditelusuri diketahui bahwa racikan cairan tersebut terdiri dari campuran berbagai bahan.

 

“Itu racikannya ada kopi liong, saos, kecap, lada bubuk, bawang putih, air ludah, keran, sama cuka,” ungkapnya.

 

Akibat meminum cairan racikan tersebut, beberapa anak dikabarkan mengalami sakit perut berkepanjangan. Bahkan disebut ada yang sampai muntah darah.

 

“Anak saya sampai hari ini tidak masuk sekolah karena masih sering sakit perut. Kalau teman-temannya yang lain ada yang sampai muntah darah,” terangnya.

 

A menyebut, dugaan aksi perundungan tersebut didalangi oleh tiga siswi kakak kelas. Para korban awalnya tidak berani melapor kepada orang tua masing-masing karena mendapat ancaman dari para terduga pelaku.

 

“Anak-anak enggak ada yang berani ngomong karena diancam. Kalau sampai cerita ke orang tua, katanya bakal dikasih (dibully) lagi,” pungkasnya.

Berita Terkait

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Berita Terbaru