HARIANBANTEN.COM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diproyeksikan mengalami penambahan sekitar Rp313 miliar.
Dengan penambahan tersebut, total APBD-P Tangsel 2026 diproyeksikan mencapai Rp4.768.434.343.204 atau sekitar Rp4,7 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengungkapkan tambahan anggaran tersebut bersumber dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau sumbernya dari peningkatan penghasilan pendapatan asli daerah, murni dari situ,” kata Pilar saat ditemui seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Tangsel, Kamis, 3 September 2026.
Baca Juga:
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Pilar mengatakan, peningkatan PAD akan dilakukan melalui optimalisasi sejumlah sumber pendapatan daerah, termasuk pajak dan retribusi.
Di sisi lain, meski terdapat keterbatasan anggaran, pemerintah daerah memastikan program prioritas yang telah direncanakan tidak akan dikurangi secara signifikan.
Baca Juga:
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
“Sejauh ini sih tidak, tidak ada yang dikurangi tapi efisiensi. Jadi Pak Wali Kota memberikan arahan kepada TAPD untuk melakukan langkah-langkah efisiensi,” ujarnya.
Menurut Pilar, efisiensi akan dilakukan terhadap belanja yang dianggap tidak krusial. Sementara program prioritas yang tercantum dalam RPJMD, khususnya pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, tetap menjadi perhatian utama.
“Efisiensi dilakukan terhadap hal-hal yang dianggap tidak krusial. Tapi selebihnya untuk program pendidikan, kesehatan, infrastruktur yang menjadi prioritas dalam RPJMD itu tidak ada pengurangan secara signifikan,” jelasnya.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Ia menambahkan, anggaran yang tersedia akan difokuskan untuk membiayai program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Ya menurut kami semuanya kan menjadi prioritas ya, tahapan seperti misalkan pembangunan SMP Negeri, itu sudah kita lakukan staging-nya. Lalu juga peningkatan fasilitas warga, (sarana) olahraga,” pungkasnya.









