HARIANBANTEN.COM – Lima jurnalis bersama tiga awak kapal hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Rombongan berangkat menggunakan speedboat Arupadhatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar pukul 14.42 WIB, salah seorang jurnalis masih sempat membagikan lokasi kepada rekannya di Lampung. Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus. Hingga kini, keberadaan delapan orang tersebut belum diketahui.
Tim SAR kemudian melakukan pencarian sejak Selasa (8/9). Pencarian hari pertama dan kedua belum membuahkan hasil.
Baca Juga:
Organisasi Pers di Tangsel Gelar Doa Untuk 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau
35 Napi High Risk dari Lapas Banten Dipindah ke Nusakambangan
ISB Rayakan 25 Tahun dengan Beasiswa 100% bagi Calon Peserta PGP Internasional
Memasuki hari ketiga, Kamis (10/9), pencarian diperluas ke sisi utara Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya, sektor selatan telah disisir hingga radius sekitar 20 nautical mile.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan perluasan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi laut.
Baca Juga:
Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut
Menutup Kesenjangan Literasi Digital Berpotensi Mendorong PDB Global hingga Triliunan Dolar
“Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu,” kata Al Amrad.
Sementara itu, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso memastikan seluruh kekuatan dikerahkan untuk menemukan rombongan tersebut.
“Basarnas beserta unsur di lapangan akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada. Mohon doanya semoga proses pencarian korban dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat serta seluruh korban dapat ditemukan.”
Baca Juga:
Eks Rektor UIN Jakarta Dipanggil Kejati Banten, Mahasiswa Geruduk Rektorat
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal dan seorang pemandu.









