HARIANBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Data Rakyat Tangerang Selatan (Datara), yaitu sebuah portal data sosial ekonomi terintegrasi yang dirancang untuk mendukung perencanaan hingga evaluasi pembangunan agar lebih tepat sasaran.
Asisten Daerah I Kota Tangsel Chaerudin mengatakan, Datara dihadirkan untuk memperkuat pengambilan keputusan pemerintah agar lebih efektif dan optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Data merupakan komponen penting dalam pembangunan. Kebijakan yang baik harus dibangun berdasarkan informasi yang tepat mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat. Sehingga, kita hadirkan Datara untuk tujuan itu,” ujar Chaerudin, Jumat, 11 September 2026.
Menurutnya, data yang akurat, terintegrasi, mutakhir, dan dapat dipertanggung jawabkan sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor, seperti penanganan kemiskinan, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga program pembangunan lainnya.
Implementasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui Datara di Tangsel juga dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola data sosial ekonomi di tingkat pemerintah daerah.
“Kehadiran DTSEN yang kita implementasikan dalam bentuk platform Datara ini menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola data sosial dan ekonomi bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Hal ini juga memberikan peluang untuk memperkuat pembangunan yang semakin tepat sasaran dan berbasis pada kondisi nyata masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga:
Manfaatkan Musim Kemarau, Pemkot Tangsel Kebut Proyek Turap di 3 Lokasi Banjir
SPJ Tahap 1 Lengkap, Hibah Tahap 2 untuk Porprov Rp12 Miliar Segera Cair
Chaerudin menegaskan, Datara bukan sekadar aplikasi, melainkan portal yang dapat digunakan pemerintah untuk memanfaatkan data sosial ekonomi dalam seluruh tahapan pembangunan.
“Datara kita hadirkan sebagai portal data sosial ekonomi terintegrasi yang membantu Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memanfaatkan data untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program pembangunan,” kata dia.
Melalui platform tersebut, perangkat daerah dapat mengakses data sosial ekonomi sesuai kebutuhan dan kewenangannya. Data juga dapat divisualisasikan dan dianalisis sebagai bahan dalam menentukan kebijakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel Tb. Asep Nurdin menyebut pengembangan Datara merupakan bagian dari penguatan ekosistem digital pemerintahan.
Menurut Asep, integrasi diperlukan agar perangkat daerah tidak lagi bekerja menggunakan basis data yang terpisah. Dengan data yang saling terhubung, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi masyarakat secara lebih utuh.
“Di platform Datara ini, nanti semuanya terintegrasi. Jadi, setiap OPD bisa memasukkan data di sana, sehingga semuanya menjadi satu data. Kita juga nanti bisa mencari data yang terhimpun dalam hitungan detik karena setiap data akan terfilterisasi dengan baik,” jelasnya.
Diskominfo, lanjut Asep, akan terus mendorong kolaborasi antarperangkat daerah untuk menjaga kualitas, memperbarui, serta mengoptimalkan pemanfaatan data dalam Datara.
Selain digunakan pemerintah, Datara juga menyediakan informasi bagi masyarakat. Salah satunya fasilitas untuk memeriksa status dan riwayat penyaluran bantuan sosial dengan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi.
“Bahkan, platform ini juga nantinya bisa diakses masyarakat untuk mengetahui berbagai informasi, misalnya termasuk dalam desil berapa, pernah mendapatkan bantuan sosial seperti apa, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Pemkot Tangsel berharap Datara tidak berhenti pada peluncuran sistem, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat perencanaan pembangunan, meningkatkan ketepatan sasaran program, serta membuat pelayanan publik lebih efektif.
“Tujuan akhirnya tetap satu, bagaimana pemerintah dapat memberikan pelayanan yang baik secara efektif, efisien, dan tepat sasaran,” pungkasnya.













