HARIANBANTEN — Kesuksesan yang diraih Tasya Allesia sebagai juara pertama Dangdut Academy 7 menyimpan kisah perjuangan hidup yang penuh air mata. Di balik sorotan panggung megah dan tepuk tangan penonton, Tasya tumbuh dari lingkungan yang jauh dari kata nyaman.
Berdasarkan liputan Tim KapanLagi.com, rumah yang ditempati Tasya bersama keluarganya di Tangerang Selatan pernah berada dalam kondisi memprihatinkan. Atap rumah bocor parah saat hujan, dinding rapuh, dan struktur bangunan yang nyaris ambruk menjadi ancaman nyata bagi keselamatan keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rumah Tasya sempat mengalami kebocoran parah dan kondisi bangunannya tidak kokoh. Bahkan, ada momen di mana rumah tersebut hampir ambruk,” tulis KapanLagi.com.
Situasi tersebut memaksa keluarga Tasya hidup dalam kecemasan, terutama ketika hujan turun. Namun dari keterbatasan itulah semangat juang Tasya justru tumbuh. Ia menjadikan kondisi hidupnya sebagai bahan bakar untuk terus bermimpi dan berjuang di dunia tarik suara.
“Dulu setiap hujan kami selalu khawatir. Rumah bocor, takut kenapa-kenapa. Tapi dari situ aku belajar untuk kuat dan tidak mengeluh,” ujar Tasya Allesia, dikutip KapanLagi.com.
Bagi Tasya, mengikuti Dangdut Academy bukan sekadar ajang pencarian bakat. Ia menyebut panggung tersebut sebagai jalan pengabdian kepada orang tuanya yang selama ini setia mendampingi di tengah keterbatasan.
Baca Juga:
Sungrow Perkenalkan MGTL Series, Inovasi Terbaru untuk Rumah dan Bisnis
Antisipasi Abu Vulkanik Kembali Menyebar, 3 Ruas Jalan Protokol di Tangsel Disemprot Air
“Aku ingin membahagiakan orang tua. Semua perjuangan ini aku niatkan supaya kehidupan keluarga kami bisa berubah,” tutur Tasya.
Kini, seiring kesuksesannya, rumah yang dulu nyaris roboh itu telah direnovasi dan menjadi lebih layak huni. Namun bagi Tasya, kenangan masa sulit tersebut tak pernah ia hapus. Justru menjadi pengingat agar tetap rendah hati dan terus berjuang.
Kisah Tasya Allesia menjadi gambaran nyata bahwa kesuksesan tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari keteguhan hati, doa keluarga, dan keberanian untuk bermimpi di tengah keterbatasan.









