IPSI Tangsel Gelar Kejuaraan Silat Seni, Dispar Dorong Pelestarian Budaya Lokal

- Pewarta

Minggu, 25 Januari 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan menggelar Kejuaraan Pencak Silat Seni Tangsel Fest 2026 dalam rangka memperebutkan Piala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Amphiteater Taman Kota 2 Jeletreng, BSD, pada 24–25 Januari 2026.

Kejuaraan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Mohamad Ervin Ardani, didampingi Ketua IPSI Tangsel, Bunda Delima Bungsu Andi. Kolaborasi ini menjadi yang pertama kalinya antara IPSI Tangsel dan Dinas Pariwisata dalam penyelenggaraan kejuaraan pencak silat seni tradisional.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketua IPSI Tangsel, Bunda Delima, menjelaskan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk memperkuat upaya pelestarian budaya Indonesia, khususnya pencak silat, di tengah arus modernisasi dan kompetisi prestasi olahraga.

 

“Kejuaraan ini kami gagas sebagai ruang pelestarian seni pencak silat tradisi. Saat ini semua perguruan berlomba-lomba meraih prestasi, namun kami ingin mengingatkan bahwa prestasi harus tetap berpijak pada tradisi dan nilai luhur masing-masing perguruan,” ujar Bunda Delima.

 

Ia menambahkan, melalui kejuaraan pencak silat seni, para pesilat diberi ruang untuk menampilkan rasa, raga, dan irama dari jurus-jurus tradisional tanpa kehilangan karakter khas perguruan masing-masing.

 

Kejuaraan Pencak Silat Seni Tangsel Fest 2026 mempertandingkan tiga kategori lomba, yakni Perorangan, Berpasangan, dan Berkelompok. Menariknya, mayoritas peserta didominasi oleh pesilat usia 9 hingga 14 tahun, yang menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap pencak silat seni tradisional.

 

Sistem penilaian tetap mengacu pada prinsip dasar pencak silat tradisi, yaitu Wiraga (gerak), Wirama (irama), dan Wirasa (rasa). Seluruh peserta dinilai oleh dewan juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pencak silat tradisional.

 

Bunda Delima menegaskan bahwa ajang ini bukan merupakan seleksi atlet menuju kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional, melainkan murni sebagai wadah pelestarian seni dan budaya.

 

“Ini bukan seleksi atlet. Ini adalah ruang ekspresi budaya. Namun alhamdulillah, peminat kejuaraan seni tradisi ini terus berkembang dan diikuti oleh berbagai perguruan pencak silat se-Tangerang Selatan,” jelasnya.

 

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan Piala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan untuk tiga kategori juara umum, yakni Perorangan, Berpasangan, dan Berkelompok, serta medali dan sertifikat penghargaan bagi para pemenang.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Mohamad Ervin Ardani, menegaskan bahwa kejuaraan ini menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan menjaga budaya asli Indonesia.

 

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarperguruan, tetapi juga memfasilitasi atlet pencak silat tradisional agar memiliki ruang mengekspresikan kemampuannya. Ini adalah bagian dari upaya pelestarian budaya,” ujar Ervin.

 

Ia berharap, melalui kegiatan seperti ini, para peserta tidak hanya terlatih secara fisik dan teknik, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, rasa hormat, dan cinta tanah air, yang sejalan dengan misi pendidikan karakter di setiap perguruan pencak silat.

 

Di akhir kegiatan, Ade Ruswandi selaku panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan serta seluruh perguruan pencak silat yang telah berpartisipasi dan berkontribusi menyukseskan Tangsel Fest 2026.

 

Kejuaraan Pencak Silat Seni Tangsel Fest 2026 diharapkan dapat menjadi agenda rutin sekaligus simbol kebangkitan semangat pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya di Kota Tangerang Selatan.

Berita Terkait

Jasad Bayi yang Ditemukan di Klinik Pondok Aren Hasil Hubungan Gelap
West The Sale Kembali Hadir, Sambut Libur Hari Nasional Singapura, Tawarkan Diskon hingga 90% di IMM dan Westgate
GUGATAN PERWAKILAN KELOMPOK TERKAIT SEKURITAS TRQ DI KANADA — PEMBERITAHUAN TENTANG USULAN PENYELESAIAN
Jasad Bayi Ditemukan Tergeletak di Depan Klinik Pondok Aren
BAW Resmi Masuk ke Pasar Mobil Setir Kanan Indonesia di GIIAS 2026
4 Bulan Tak Cair, Guru Honorer Banten Pertanyakan Nasib Insentif Rp500 Ribu
Seminar Ekonomi Karbon Digelar di PHBS, Shenzhen
EVALUE, Operator SPKLU Terbesar di Taiwan, Ekspansi ke Indonesia dan Resmikan Kantor di Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:09 WIB

Jasad Bayi yang Ditemukan di Klinik Pondok Aren Hasil Hubungan Gelap

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:18 WIB

West The Sale Kembali Hadir, Sambut Libur Hari Nasional Singapura, Tawarkan Diskon hingga 90% di IMM dan Westgate

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:21 WIB

GUGATAN PERWAKILAN KELOMPOK TERKAIT SEKURITAS TRQ DI KANADA — PEMBERITAHUAN TENTANG USULAN PENYELESAIAN

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:28 WIB

Jasad Bayi Ditemukan Tergeletak di Depan Klinik Pondok Aren

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

BAW Resmi Masuk ke Pasar Mobil Setir Kanan Indonesia di GIIAS 2026

Berita Terbaru

Info Banten

Jasad Bayi Ditemukan Tergeletak di Depan Klinik Pondok Aren

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:28 WIB