HARIANBANTEN – Ramadan tahun ini membawa tantangan bagi petani timun suri di Kabupaten Pandeglang. Produksi buah yang identik dengan menu berbuka puasa itu menurun dibandingkan tahun lalu, sehingga harga di tingkat pedagang ikut naik.
Iman (42), pedagang di Jalan AMD Lintas Timur Pandeglang, mengatakan pasokan dari petani berkurang akibat cuaca yang kurang mendukung selama masa tanam. “Sekarang dari petani Rp4.000 per kilogram. Kalau sudah di lapak bisa Rp4.500 per kilogram,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, Ramadan tahun lalu lahan satu kotak bisa menghasilkan lebih dari dua kuintal. Namun tahun ini hanya sekitar satu kuintal. “Pengaruh cuaca cukup terasa, jadi hasilnya turun hampir setengah,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Timun suri juga dijual satuan dengan harga bervariasi, mulai Rp5.000 hingga Rp15.000 per buah tergantung ukuran. Menurut Iman, jumlah petani yang menanam tahun ini juga lebih sedikit, sehingga stok di pasaran tak sebanyak sebelumnya.
“Tahun kemarin banyak yang tanam dan buahnya melimpah. Sekarang yang tanam berkurang, hasilnya juga tidak banyak,” ucapnya.
Meski begitu, minat pembeli tetap tinggi, terutama pada awal Ramadan. Ia memperkirakan stok masih tersedia hingga akhir puasa karena sebagian tanaman baru akan panen menjelang Lebaran.
Sementara itu, Ridwan (35), pembeli, mengaku harga tahun ini terasa lebih mahal dengan pilihan buah yang tidak sebanyak tahun lalu. “Sekarang agak mahal dan stoknya sedikit. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Baca Juga:
TMGM dan Chelsea FC Lanjutkan Kemitraan Hingga Tahun Keempat, Perluas Kolaborasi ke Timur Tengah
Korsleting Listrik Sebabkan Pabrik Tahu di Serpong Kebakaran







