Target Retribusi Tenaga Kerja Asing di Tangsel Tiba-tiba Turun Saat Capaian Tinggi

- Pewarta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Target retribusi Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk tahun 2027 menjadi sorotan setelah dipatok lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Sorotan tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Tangsel dari Fraksi PKS, Ali Rahmat. Ia mempertanyakan dasar evaluasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tangsel yang menurunkan target retribusi TKA saat capaian penerimaan dinilai cukup tinggi.

“Kami mempertanyakan landasan evaluasi Disnaker Tangsel sehingga target retribusi TKA ini diturunkan sangat drastis. Penurunan lebih dari 30 persen ini kontradiktif dengan kondisi riil di lapangan,” kata Ali, dikutip dari unggahan akun @fraksipkstangsel, Sabtu (1/8/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Tangsel, Muhammad Nuhlodi, menjelaskan bahwa target retribusi TKA memang diturunkan, namun bukan sebesar 30 persen.

Menurutnya, target penerimaan retribusi TKA pada 2026 ditetapkan sebesar Rp6,5 miliar, sedangkan target tahun 2027 menjadi Rp6 miliar.

“Target kita 2026 itu Rp6,5 miliar. Terus target untuk 2027 itu di Rp6 miliar,” ujar Nuhlodi.

Ia mengungkapkan, hingga akhir Juni 2026 realisasi retribusi TKA telah mencapai sekitar Rp5,8 miliar atau sekitar 80 persen dari target tahunan.

“Sampai dengan Juni kemarin itu sekitar Rp5,8 miliar sampai di Juni. Mungkin sekitar 80 persen,” katanya.

Nuhlodi menjelaskan tingginya penerimaan pada tahun ini dipengaruhi oleh nilai tukar dolar terhadap rupiah. Sebab, pembayaran retribusi TKA menggunakan mata uang dolar sehingga nilainya meningkat saat kurs menguat.

Sementara itu, penurunan target pada 2027 didasarkan pada proyeksi membaiknya kondisi ekonomi yang diperkirakan akan diikuti penguatan nilai tukar rupiah.

“Kan kita berharap ke depannya ekonomi semakin bagus. Ekonomi semakin bagus, terus juga rupiah semakin menguat,” ujarnya.

Selain faktor ekonomi, Disnaker Tangsel juga berupaya memperkuat program transfer pengetahuan dari tenaga kerja asing kepada tenaga kerja lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pekerja asing di masa mendatang.

“Yang tidak kalah pentingnya memang kita menekankan transfer knowledge dari orang asing ke orang Indonesia. Kalau semakin banyak orang Indonesia yang menguasai keahlian tersebut, tentu tidak harus banyak menggunakan tenaga kerja asing,” pungkasnya.

Berita Terkait

Khawatir Ada Korban Lain, DPRD Tangsel Minta Investigasi Dugaan Pelecehan Sekolah Internasional Diperluas
Bikin Resah! Toko Obat di Pondok Aren Digeruduk Warga, Penjual Kabur
DPRD Tangsel Sarankan Ada Aturan Khusus Batasi Kedekatan di Lingkungan Pendidikan
Ujicoba Hari Pertama Rekayasa Lalin di Serpong, Sejumlah Pemotor Masih Nekat Lawan Arah
Oknum Guru ICM Diduga Child Grooming Siswi Pakai Film Porno
Pengalihan PPPK ke Pusat Berpotensi Ringankan Beban APBD
340 Pesilat Cilik Ramaikan Bocil Championship IV Tangsel, Atlet Nasional Ikut Beri Motivasi
ICM Nonaktifkan Guru yang Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pelecehan ke Siswinya

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:02 WIB

Khawatir Ada Korban Lain, DPRD Tangsel Minta Investigasi Dugaan Pelecehan Sekolah Internasional Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 11:37 WIB

Bikin Resah! Toko Obat di Pondok Aren Digeruduk Warga, Penjual Kabur

Senin, 28 September 2026 - 19:30 WIB

DPRD Tangsel Sarankan Ada Aturan Khusus Batasi Kedekatan di Lingkungan Pendidikan

Senin, 28 September 2026 - 14:10 WIB

Ujicoba Hari Pertama Rekayasa Lalin di Serpong, Sejumlah Pemotor Masih Nekat Lawan Arah

Senin, 28 September 2026 - 12:37 WIB

Oknum Guru ICM Diduga Child Grooming Siswi Pakai Film Porno

Berita Terbaru